Dokter Tirta Sebut Lonjakan Kasus COVID-19 yang Berulang seperti Lingkaran Setan
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
“Nah, otomatis kader-kader kesehatan ini harus ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran-kesadaran mengenai kesehatan terutama penyakit infeksius itu COVID-19, DBD dan thypoid. Jadi peningkatan kesadaran melalui kader kesehatan,” sambungnya.
Kedua, kata Tirta adalah hoaks buster. “Hoaks buster ini sedang saya usulkan ke Kementerian Kesehatan. Jadi selama ini kalau aku itu Kemenkominfo cenderung mengklarifikasinya setelah H+3, H+4, sedangkan yang kita membutuhkan waktu itu yang bisa 4, 2 jam selesai. Sehingga, hoaks yang di group WA bisa diklarifikasi.”
“Ketiga adalah banyak pejabat-pejabat kita yang itu enggak realistis kebijakannya. Contoh menyemprot disinfektan jalanan, itu mau ngapain? Buat tanaman subur, itu nggak ngaruh,” kata Tirta. Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Meroket, Ini Langkah Pemprov Mengendalikannya
Tirta menambahkan selain menyadarkan protokol kesehatan, juga harus dibuat kebijakan yang juga relevan. “Jadi gini selain kita harus sadar diri kepada masyarakat bahwa protokol ini, harus selalu ditingkatkan melalui kader kesehatan, kita juga harus sadar banyak kebijakan-kebijakan yang sangat-sangat tidak relevan. Yang paling-paling sakit kritis itu adalah penyemprotan disinfektan di jalanan itu enggak nyambung sama sekali,” paparnya.
Kedua, kata Tirta adalah hoaks buster. “Hoaks buster ini sedang saya usulkan ke Kementerian Kesehatan. Jadi selama ini kalau aku itu Kemenkominfo cenderung mengklarifikasinya setelah H+3, H+4, sedangkan yang kita membutuhkan waktu itu yang bisa 4, 2 jam selesai. Sehingga, hoaks yang di group WA bisa diklarifikasi.”
“Ketiga adalah banyak pejabat-pejabat kita yang itu enggak realistis kebijakannya. Contoh menyemprot disinfektan jalanan, itu mau ngapain? Buat tanaman subur, itu nggak ngaruh,” kata Tirta. Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Meroket, Ini Langkah Pemprov Mengendalikannya
Tirta menambahkan selain menyadarkan protokol kesehatan, juga harus dibuat kebijakan yang juga relevan. “Jadi gini selain kita harus sadar diri kepada masyarakat bahwa protokol ini, harus selalu ditingkatkan melalui kader kesehatan, kita juga harus sadar banyak kebijakan-kebijakan yang sangat-sangat tidak relevan. Yang paling-paling sakit kritis itu adalah penyemprotan disinfektan di jalanan itu enggak nyambung sama sekali,” paparnya.
(kri)
Lihat Juga :