Sambut Baik TWK, Fahri Hamzah Minta KPK Sudahi Buat Sensasi
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:07 WIB
loading...
Mantan pimpinan DPR Fahri Hamzah menilai, TWK merupakan bagian dari proses transisi KPK menjadi fokus melakukan audit untuk menemukan indikasi korupsi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berbagai kalangan menyambut baik tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai salah satu syarat alih status pegawai di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan pimpinan DPR Fahri Hamzah menilai, TWK merupakan bagian dari proses transisi KPK menjadi lembaga antikorupsi yang fokus melakukan audit sebagai dasar untuk menemukan indikasi korupsi.
Baca juga: Datangi Komnas HAM, Perwakilan KPK Tanya Materi Klarifikasi TWK
"Jadi kalau saya seperti surat, saya katakan ini waktunya mengucapkan selamat tinggal lah kepada yang lama. Biarin ini generasi baru lebih banyak, anak muda yang idealis, lebih jago, yang ngerti itu kasus. Sudah selesai lah sensasi-sensasi itu," kata Fahri, Selasa (15/6/021).
Baca juga: Sesuai UU, Mahasiswa dan Pemuda NKRI Minta Polemik TWK KPK Disudahi
Sensasi-sensasi di tubuh KPK yang dimaksud Fahri merujuk pada banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga antirasuah di periode terdahulu. Fahri melihat, KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan OTT. Fahri menyebut KPK bakal lebih berorientasi kepada audit.
"Kalau kita penginnya sensasi lagi, tangkap sana, tangkap sini, kemungkinan sudah nggak banyak lagi, nggak banyak lagi, karena orientasinya dari ngintip ke audit. Sebenarnya itu yang benar," terang Fahri.
Baca juga: Pakar Kebijakan Publik Ungkap Hasil TWK KPK Tak Bisa Dibuka ke Publik
Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini pun mengkritik kinerja KPK yang disebutnya selama ini mengintip amplop ketimbang melihat audit. Menurutnya, audit merupakan alat yang tepat untuk menemukan adanya indikasi korupsi.
"Kalau mau memberantas korupsi jangan ngintip amplop, amplop kecil. Intip audit. Audit itulah alat untuk menemukan korupsi yang benar, karena auditor negara ini sensitif dengan penyimpangan. Ibarat pipa (ada) lubang dikit tahu. Auditor kita kelas dunia, dia audit PBB," kata Fahri.
"Ini yang namanya BPK jangankan diajak kerja sama sama KPK, malah dimusuhin. Sampai sekarang BPK masih tunggu sinyal apakah kita bisa kerja sama atau enggak," tambahnya.
Baca juga: Datangi Komnas HAM, Perwakilan KPK Tanya Materi Klarifikasi TWK
"Jadi kalau saya seperti surat, saya katakan ini waktunya mengucapkan selamat tinggal lah kepada yang lama. Biarin ini generasi baru lebih banyak, anak muda yang idealis, lebih jago, yang ngerti itu kasus. Sudah selesai lah sensasi-sensasi itu," kata Fahri, Selasa (15/6/021).
Baca juga: Sesuai UU, Mahasiswa dan Pemuda NKRI Minta Polemik TWK KPK Disudahi
Sensasi-sensasi di tubuh KPK yang dimaksud Fahri merujuk pada banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga antirasuah di periode terdahulu. Fahri melihat, KPK era Firli Bahuri tidak akan banyak melakukan OTT. Fahri menyebut KPK bakal lebih berorientasi kepada audit.
"Kalau kita penginnya sensasi lagi, tangkap sana, tangkap sini, kemungkinan sudah nggak banyak lagi, nggak banyak lagi, karena orientasinya dari ngintip ke audit. Sebenarnya itu yang benar," terang Fahri.
Baca juga: Pakar Kebijakan Publik Ungkap Hasil TWK KPK Tak Bisa Dibuka ke Publik
Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini pun mengkritik kinerja KPK yang disebutnya selama ini mengintip amplop ketimbang melihat audit. Menurutnya, audit merupakan alat yang tepat untuk menemukan adanya indikasi korupsi.
"Kalau mau memberantas korupsi jangan ngintip amplop, amplop kecil. Intip audit. Audit itulah alat untuk menemukan korupsi yang benar, karena auditor negara ini sensitif dengan penyimpangan. Ibarat pipa (ada) lubang dikit tahu. Auditor kita kelas dunia, dia audit PBB," kata Fahri.
"Ini yang namanya BPK jangankan diajak kerja sama sama KPK, malah dimusuhin. Sampai sekarang BPK masih tunggu sinyal apakah kita bisa kerja sama atau enggak," tambahnya.
(maf)
Lihat Juga :