Guru Besar UI Nilai PPKM Mikro Cukup Berhasil Tekan Laju Penyebaran Corona
Senin, 14 Juni 2021 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Adik menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan mulai di tingkat Provinsi hingga RT/RW sangat bermanfaat dalam upaya tracing pemerintah pasca libur lebaran.
"PPKM skala mikro ini sangat baik untuk melihat dan memantau naik dan turunnya kasus aktif Covid-19 secara harian dan Satgas terkait dapat cepat tanggap untuk melakukan pengetatan maksimal jika terjadi lonjakan kasus di daerah tertentu," ucapnya.
"Upaya ini juga agar meminimalisir penyebaran kasus di klaster keluarga. Untuk itu, saya kira Satgas baik pusat dan daerah harus selalu mewaspadai lonjakan kasus aktif dengan pengetatan 3 T (testing, tracing dan treatment)," tambah Adik Wibowo.
Untuk itu, Adik meminta agar PPKM skala mikro terus dilanjutkan. Pasalnya, ia menyebut masih terdapat daerah yang belum mendapatkan sosialisasi dengan baik terkait virus Covid-19 dan upaya pencegahannya melalui 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), seperti di Madura yang masih minim dalam penerapan protokol kesehatan.
“Saya kira, Satgas PPKM Mikro yang tersebar diseluruh daerah dapat melakukan sosialisasi secara berkala untuk memberi himbauan kepada masyarakat agar menerapkan pola 3M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Agar tercipta rasa aman dan nyaman dengan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan kasus penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Hal itu dilihat dari perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif per 6 Juni 2021 sebesar 5,3 persen, masih jauh lebih baik dari kasus aktif global di angka 7,5 persen.
"PPKM skala mikro ini sangat baik untuk melihat dan memantau naik dan turunnya kasus aktif Covid-19 secara harian dan Satgas terkait dapat cepat tanggap untuk melakukan pengetatan maksimal jika terjadi lonjakan kasus di daerah tertentu," ucapnya.
"Upaya ini juga agar meminimalisir penyebaran kasus di klaster keluarga. Untuk itu, saya kira Satgas baik pusat dan daerah harus selalu mewaspadai lonjakan kasus aktif dengan pengetatan 3 T (testing, tracing dan treatment)," tambah Adik Wibowo.
Untuk itu, Adik meminta agar PPKM skala mikro terus dilanjutkan. Pasalnya, ia menyebut masih terdapat daerah yang belum mendapatkan sosialisasi dengan baik terkait virus Covid-19 dan upaya pencegahannya melalui 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), seperti di Madura yang masih minim dalam penerapan protokol kesehatan.
“Saya kira, Satgas PPKM Mikro yang tersebar diseluruh daerah dapat melakukan sosialisasi secara berkala untuk memberi himbauan kepada masyarakat agar menerapkan pola 3M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Agar tercipta rasa aman dan nyaman dengan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan kasus penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Hal itu dilihat dari perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif per 6 Juni 2021 sebesar 5,3 persen, masih jauh lebih baik dari kasus aktif global di angka 7,5 persen.
Lihat Juga :