Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi Covid-19
Senin, 14 Juni 2021 - 22:38 WIB
loading...
Dr drg S. Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA Akademisi, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak. Foto/Ist
A
A
A
Dr drg S. Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA
Akademisi, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak
CORONA virus disease-19 (Covid-19) pada Bulan Maret 2020 telah ditetapkan sebagai suatu pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Hingga saat ini, penyakit ini telah menyebar menginfeksipopulasi manusia di sekitar 160 negara di dunia. Kasus positif-aktif Covid-19 di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dan nomor 4 terbanyak di Asia serta nomor 20 di dunia.
Rute transmisi paling umum dari Covid-19 adalah melalui droplet atau percikan ludah (batuk, bicara, menyanyi, bersin); udara; kontak permukaan terkontaminasi melalui mulut, hidung, mukosa membran mata.Virus masuk ke dalam host (tubuh manusia) melalui ikatan dengan suatu reseptor yaitu angiotensin-converting enzyme 2 (ACE 2). Reseptor ACE 2 terdapat di 1) mukosa rongga mulut; paling banyak terdapat di kelenjar salivadibanding tempat lain dalam tubuh,2) hidung, 3) nasofaring, 4) paru, 5) jantung, 6)lambung, 7)usus, 8) jantung, dan 9) ginjal.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa rongga mulut mempunyai peran penting dalam rantai perjalanan penyakit ini, dan rongga mulut dapat menjadi reservoir virus yang potensial. Banyak bukti ilmiah yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara keparahan pasien Covid-19 dengan tingginya viral load pada rongga mulut dan hidung.
Memeliharakesehatan gigi dan mulut di masa pandemi ini merupakan suatu hal yang mutlak dan perlu dilakukan. Gigi dan mulut yang sehat akan mempunyai implikasi positif bagi kesehatan tubuh secara umum, antara lain membangun sistem imun yang baik, mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut, meningkatkan kualitas hidup individu, dan menurunkan risiko terjangkit Covid-19.
Gigi dan mulut sehat bebas penyakit, akan membuat beberapa fungsi dan aktivitas tubuh dapat berjalan secara optimal, yaitu : 1) fungsi pengunyahan, pencernaan dan asupan nutrisi, 2) fungsi estetika, 3)fungsi bicara, 4) aktivitas sehari-hari, 5) terhindar dari rasa sakit dan kemungkinan infeksi, serta 6) meningkatkan kualitas hidup. Metabolisme dan fungsi tubuh yang berjalan baik tersebut sangat diperlukan pada kondisi pandemi saat ini. Hal tersebut akan mendorong terciptanya sistem kekebalan tubuh yang prima, yang merupakan senjata utama melawan Covid-19.
Kesehatan gigi dan mulut dapat diciptakan dengan cara antara lain : mengatur pola makan yang sehat, menggosok gigi dengan baik dan benar menggunakan pasta gigi minimal 2 kali sehari setelah makan dan sebelum tidur malam, kontrol periodik ke dokter gigi, dan pemakaian obat kumur mengandung klorheksidin atau povidone iodine. Berdasarkan kajian literatur, menggosok gigi dengan pasta gigi selama 2 menit, dua kali sehari sangat dianjurkan untuk individu yang berisiko tertular Covid-19. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa menyikat gigi dan berkumur secara fisik dapat menghilangkan asam nukleat virus yang terakumulasi.
Akademisi, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak
CORONA virus disease-19 (Covid-19) pada Bulan Maret 2020 telah ditetapkan sebagai suatu pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Hingga saat ini, penyakit ini telah menyebar menginfeksipopulasi manusia di sekitar 160 negara di dunia. Kasus positif-aktif Covid-19 di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dan nomor 4 terbanyak di Asia serta nomor 20 di dunia.
Rute transmisi paling umum dari Covid-19 adalah melalui droplet atau percikan ludah (batuk, bicara, menyanyi, bersin); udara; kontak permukaan terkontaminasi melalui mulut, hidung, mukosa membran mata.Virus masuk ke dalam host (tubuh manusia) melalui ikatan dengan suatu reseptor yaitu angiotensin-converting enzyme 2 (ACE 2). Reseptor ACE 2 terdapat di 1) mukosa rongga mulut; paling banyak terdapat di kelenjar salivadibanding tempat lain dalam tubuh,2) hidung, 3) nasofaring, 4) paru, 5) jantung, 6)lambung, 7)usus, 8) jantung, dan 9) ginjal.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa rongga mulut mempunyai peran penting dalam rantai perjalanan penyakit ini, dan rongga mulut dapat menjadi reservoir virus yang potensial. Banyak bukti ilmiah yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara keparahan pasien Covid-19 dengan tingginya viral load pada rongga mulut dan hidung.
Memeliharakesehatan gigi dan mulut di masa pandemi ini merupakan suatu hal yang mutlak dan perlu dilakukan. Gigi dan mulut yang sehat akan mempunyai implikasi positif bagi kesehatan tubuh secara umum, antara lain membangun sistem imun yang baik, mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut, meningkatkan kualitas hidup individu, dan menurunkan risiko terjangkit Covid-19.
Gigi dan mulut sehat bebas penyakit, akan membuat beberapa fungsi dan aktivitas tubuh dapat berjalan secara optimal, yaitu : 1) fungsi pengunyahan, pencernaan dan asupan nutrisi, 2) fungsi estetika, 3)fungsi bicara, 4) aktivitas sehari-hari, 5) terhindar dari rasa sakit dan kemungkinan infeksi, serta 6) meningkatkan kualitas hidup. Metabolisme dan fungsi tubuh yang berjalan baik tersebut sangat diperlukan pada kondisi pandemi saat ini. Hal tersebut akan mendorong terciptanya sistem kekebalan tubuh yang prima, yang merupakan senjata utama melawan Covid-19.
Kesehatan gigi dan mulut dapat diciptakan dengan cara antara lain : mengatur pola makan yang sehat, menggosok gigi dengan baik dan benar menggunakan pasta gigi minimal 2 kali sehari setelah makan dan sebelum tidur malam, kontrol periodik ke dokter gigi, dan pemakaian obat kumur mengandung klorheksidin atau povidone iodine. Berdasarkan kajian literatur, menggosok gigi dengan pasta gigi selama 2 menit, dua kali sehari sangat dianjurkan untuk individu yang berisiko tertular Covid-19. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa menyikat gigi dan berkumur secara fisik dapat menghilangkan asam nukleat virus yang terakumulasi.
Lihat Juga :