Pancasila Menjadi Rambu Pengamanan di Era Digital
Minggu, 13 Juni 2021 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Kalau Pancasila menginginkan inklusi politik, budaya, ekonomi, imajinasi, masih kata Yudi, orang yang marginal secara budaya, seolah-olah problem yang menyangkut toleransi itu titik bekalnya lebih pada toleransi yang bersifat keagamaan. Bersifat mungkin kultura.
Baca juga: Menteri Tjahjo Wajibkan Pancasila dan Indonesia Raya Dikumandangkan 2 Kali Seminggu
"Tetapi mereka yang marginal secara ekonomi, imajinasi, tentang toleransi, bisa mendapatkan kesempatan kerja. Sehingga yang diperjuangkannya adalah keadilan seperti itu, bagi mereka yang marginal secara politik," imbuhnya.
Sementara itu, peneliti Transformasi Strategi dan Inovasi PPM Manajemen, Wahyu Tri Setyobudi menjelaskan, kenapa kita harus merawat Pancasila? Karena ibarat pohon yang baik, bibit yang baik, bisa jatuh ke tanah yang keras atau bisa jatuh di tanah yang subur.
"Kalau jatuh di tanah keras, pohonnya bisa hidup atau tidak? Ya bisa, tapi harus disiangi, diberikan humus, disirami, di situ ada usaha. Pancasila itu tidak take it for granted, dia selalu menghadapi tantangan dinamis yang datangnya itu dari lingkungan luar maupun dalam. Maka dari itu Pancasila itu harus dirawat dari hati yang tidak bersifat mekanistik. Merawat itu ada unsur emosionalnya karena di situ ada keterlibatan hati di dalam merawat. Pancasila tanpa dirawat bisa tergerus oleh zaman," paparnya.
Terkait penyelenggaraan dalam hal ini PPM Manajemen percaya, dengan semangat memberikan kontribusi dan edukasi kepada para karyawan, rekanan, berbagai pemangku kepentingan, serta masyarakat umum, adalah salah satu upaya mengamalkan dan membumikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Menteri Tjahjo Wajibkan Pancasila dan Indonesia Raya Dikumandangkan 2 Kali Seminggu
"Tetapi mereka yang marginal secara ekonomi, imajinasi, tentang toleransi, bisa mendapatkan kesempatan kerja. Sehingga yang diperjuangkannya adalah keadilan seperti itu, bagi mereka yang marginal secara politik," imbuhnya.
Sementara itu, peneliti Transformasi Strategi dan Inovasi PPM Manajemen, Wahyu Tri Setyobudi menjelaskan, kenapa kita harus merawat Pancasila? Karena ibarat pohon yang baik, bibit yang baik, bisa jatuh ke tanah yang keras atau bisa jatuh di tanah yang subur.
"Kalau jatuh di tanah keras, pohonnya bisa hidup atau tidak? Ya bisa, tapi harus disiangi, diberikan humus, disirami, di situ ada usaha. Pancasila itu tidak take it for granted, dia selalu menghadapi tantangan dinamis yang datangnya itu dari lingkungan luar maupun dalam. Maka dari itu Pancasila itu harus dirawat dari hati yang tidak bersifat mekanistik. Merawat itu ada unsur emosionalnya karena di situ ada keterlibatan hati di dalam merawat. Pancasila tanpa dirawat bisa tergerus oleh zaman," paparnya.
Terkait penyelenggaraan dalam hal ini PPM Manajemen percaya, dengan semangat memberikan kontribusi dan edukasi kepada para karyawan, rekanan, berbagai pemangku kepentingan, serta masyarakat umum, adalah salah satu upaya mengamalkan dan membumikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Lihat Juga :