Satgas Minta Daerah Tempuh Langkah Ini Cegah BOR RS Rujukan COVID-19 Kolaps
Senin, 07 Juni 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Ganip juga meminta agar sumber daya manusia Rumah Sakit tenaga kesehatan ini harus betul-betul diatur. “Dinas Kesehatan selaku case manajer harus bisa mengatur ini semua. Sehingga kasus COVID-19 yang ditimbulkan atau di testing dan tracking di daerah di desa tidak semuanya harus dirujuk ke rumah sakit. Inilah yang mengakibatkan rumah sakit atau di suatu rumah sakit menjadi mampu menampung, ini tolong di evaluasi,” tegasnya.
“Puskesmas harus betul-betul bisa menscreening ini, mana yang bisa dilakukan dengan isolasi mandiri ataupun karantina, nah mana yang harus dirujuk. Untuk itu harus dipahami derajat atau tingkat sakit yang dialami oleh masyarakat. Mulai dari OTG, lalu apa ringan sedang, berat dan kritis, ini harus betul-betul bisa terseleksi di tingkat mikronya,” sambung Ganip.
Selain itu, Ganip mengingatkan daerah agar memastikan ketersediaan obat-obatan. “Kemudian juga memastikan tentang obat-obatan, ketersediaan obat-obatan. Daerah jangan ragu-ragu kita daerah harus membuat suatu wawasan yang membuat outward looking bukan hanya inward looking artinya anda tidak sendiri di daerah itu.” Baca juga: Sidak Salah Satu Kafe di Bekasi, Satgas COVID-19 Sebut untuk Kemanusiaan
“Apabila sumber daya daerah sudah tidak memungkinkan untuk mengatasi ini, bisa berkoordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitarnya, provinsi, bahkan pemerintah pusat. Ini yang menjadi hal yang perlu ditekankan, karena kembali lagi kebijakan strategi yang sudah dibangun melalui aturan undang-undang, peraturan dan SOP, sebenarnya sudah sangat lengkap, tinggal bagaimana kita bisa menjabarkan semua ini di lapangan dengan baik,” tutur Ganip.
“Puskesmas harus betul-betul bisa menscreening ini, mana yang bisa dilakukan dengan isolasi mandiri ataupun karantina, nah mana yang harus dirujuk. Untuk itu harus dipahami derajat atau tingkat sakit yang dialami oleh masyarakat. Mulai dari OTG, lalu apa ringan sedang, berat dan kritis, ini harus betul-betul bisa terseleksi di tingkat mikronya,” sambung Ganip.
Selain itu, Ganip mengingatkan daerah agar memastikan ketersediaan obat-obatan. “Kemudian juga memastikan tentang obat-obatan, ketersediaan obat-obatan. Daerah jangan ragu-ragu kita daerah harus membuat suatu wawasan yang membuat outward looking bukan hanya inward looking artinya anda tidak sendiri di daerah itu.” Baca juga: Sidak Salah Satu Kafe di Bekasi, Satgas COVID-19 Sebut untuk Kemanusiaan
“Apabila sumber daya daerah sudah tidak memungkinkan untuk mengatasi ini, bisa berkoordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitarnya, provinsi, bahkan pemerintah pusat. Ini yang menjadi hal yang perlu ditekankan, karena kembali lagi kebijakan strategi yang sudah dibangun melalui aturan undang-undang, peraturan dan SOP, sebenarnya sudah sangat lengkap, tinggal bagaimana kita bisa menjabarkan semua ini di lapangan dengan baik,” tutur Ganip.
(kri)
Lihat Juga :