Gelar Webinar, Trah HB II Akan Ungkap Rahasia Peristiwa Geger Sepehi
Senin, 07 Juni 2021 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus terus berusaha mengembalikan aset tersebut, karena aset-aset dan manuskrip yang dirampas adalah milik keraton Yogyakarta, ” tambahnya.
Bagoes mengusulkan sesuai Universal Copyright Convention tentang persetujuan yang mengatur hak cipta internasional agar manuskrip-manuskrip yang ada di Inggris untuk segera dipatenkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menyelamatkan informasi rahasia yang ada didalamnya karena merupakan hasil karya intelektual milik Keraton Yogyakarta.
Sementara itu Sejarawan Universitas Indraprasta PGRI jakarta, Dr Tundjung menuturkan Inggris ingin menjatuhkan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II melalui Geger Sepehi. Saat penyerangan berlangsung, Inggris merampas ribuan Manuskrip milik keraton Yogyakarta.
"Gubernur Jenderal Inggris Sir Stamford Raffles menyukai benda-benda yang berasal dari Jawa, walau sebenarnya ia tidak mengerti isi dari manuskrip tersebut," tuturnya.
Dr Tundjung menambahkan jika ribuan manuskrip dikembalikan oleh Inggris maka dibutuhkan dana yang besar untuk SDM. membuat tempat penyimpanan dan untuk merawat manuskrip tersebut. "Jangan seperti kitab Negarakertagama yang ada di Perpusatakaan Nasional yang kita sampai setengah mati untuk merawatnya," katanya.Baca juga: Rayakan Bulan Bung Karno, Pramono Anung dan Hasto Gowes di Yogyakarta
Bagoes mengusulkan sesuai Universal Copyright Convention tentang persetujuan yang mengatur hak cipta internasional agar manuskrip-manuskrip yang ada di Inggris untuk segera dipatenkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menyelamatkan informasi rahasia yang ada didalamnya karena merupakan hasil karya intelektual milik Keraton Yogyakarta.
Sementara itu Sejarawan Universitas Indraprasta PGRI jakarta, Dr Tundjung menuturkan Inggris ingin menjatuhkan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II melalui Geger Sepehi. Saat penyerangan berlangsung, Inggris merampas ribuan Manuskrip milik keraton Yogyakarta.
"Gubernur Jenderal Inggris Sir Stamford Raffles menyukai benda-benda yang berasal dari Jawa, walau sebenarnya ia tidak mengerti isi dari manuskrip tersebut," tuturnya.
Dr Tundjung menambahkan jika ribuan manuskrip dikembalikan oleh Inggris maka dibutuhkan dana yang besar untuk SDM. membuat tempat penyimpanan dan untuk merawat manuskrip tersebut. "Jangan seperti kitab Negarakertagama yang ada di Perpusatakaan Nasional yang kita sampai setengah mati untuk merawatnya," katanya.Baca juga: Rayakan Bulan Bung Karno, Pramono Anung dan Hasto Gowes di Yogyakarta
(dam)
Lihat Juga :