Kursi Wakil Menteri Bertambah, Pengamat: Seharusnya Negara Berhemat
Sabtu, 05 Juni 2021 - 10:55 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melantik enam menteri dan lima wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/12/2020). Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah satu posisi wakil menteri (wamen) yakni Wamen Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB), melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2021. Hal ini menuai polemik.
"Keputusan Jokowi itu tentu mengejutkan mengingat saat ini negara sedang kesulitan keuangan. Seharusnya negara berhemat agar rencana pembangunan tidak terganggu. Bahkan atas nama penghematan, PNS harus menerima THR dan Gaji 13 tidak penuh. Para PNS harus menerima keputusan itu meskipun harus mengelus dada," kata analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Sabtu (5/6/2021).
Bang Jamil, demikian dia biasa disapa, menilai dengan bertambahnya wamen akan bertambah anggaran untuk Kemenpan RB. Padahal, sebelumnya sudah ada 15 wakil menteri yang tersebar di 14 kementerian. Ini artinya, kehadiran wakil menteri sungguh-sungguh membebani APBN.
Baca juga: Kritik Posisi Wamenpan-RB, PKS Sarankan Presiden Lakukan Hal Ini
"Jadi dapat dibayangkan berapa anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk para wakil menteri. Anggaran yang dikeluarkan negara tampaknya tidak sebanding dengan kinerja mereka," ujarnya.
Bahkan, sambung mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini, publik hingga saat ini tidak mengetahui apa yang dikerjakan para wamen. Publik hanya tahu kementerian yang memiliki wamen kinerjanya juga tidak menonjol.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Tambah Wakil Menteri, Wamen PAN-RB
"Keputusan Jokowi itu tentu mengejutkan mengingat saat ini negara sedang kesulitan keuangan. Seharusnya negara berhemat agar rencana pembangunan tidak terganggu. Bahkan atas nama penghematan, PNS harus menerima THR dan Gaji 13 tidak penuh. Para PNS harus menerima keputusan itu meskipun harus mengelus dada," kata analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Sabtu (5/6/2021).
Bang Jamil, demikian dia biasa disapa, menilai dengan bertambahnya wamen akan bertambah anggaran untuk Kemenpan RB. Padahal, sebelumnya sudah ada 15 wakil menteri yang tersebar di 14 kementerian. Ini artinya, kehadiran wakil menteri sungguh-sungguh membebani APBN.
Baca juga: Kritik Posisi Wamenpan-RB, PKS Sarankan Presiden Lakukan Hal Ini
"Jadi dapat dibayangkan berapa anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk para wakil menteri. Anggaran yang dikeluarkan negara tampaknya tidak sebanding dengan kinerja mereka," ujarnya.
Bahkan, sambung mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini, publik hingga saat ini tidak mengetahui apa yang dikerjakan para wamen. Publik hanya tahu kementerian yang memiliki wamen kinerjanya juga tidak menonjol.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Tambah Wakil Menteri, Wamen PAN-RB