KKP Gelar Pembinaan Teknis 250 Kelompok Masyarakat Pengawas
Rabu, 02 Juni 2021 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Antam mengatakan, Pokmaswas memegang peranan penting termasuk dalam pengawasan di wilayah perairan konservasi nasional.
Senada dengan Antam, Pelaksana Tugas Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan, M Eko Rudianto dalam sambutannya menyampaikan, hampir semua pelanggaran destructive fishing yang ditindaklanjuti oleh KKP berasal dari laporan Pokmaswas. "Terima kasih berkat teman-teman Pokmaswasn, atas laporan-laporan yang kemudian berhasil kami tindak lanjuti," kata Eko.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes Percepat Vaksinasi di Kudus dan Cilacap
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa Pokmaswas merupakan bagian dari sistem pemantauan yang melengkapi Pusat Pengendalian dan Kapal Pengawas Perikanan yang dimiliki KKP. "Selain informasi berbasis teknologi dan air surveillance, laporan masyarakat juga kami analisis," tutur Ipunk.
Selain pembicara dari Ditjen PSDKP turut hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Koordinator Wilayah Kerja Taman Wisata Konservasi Gili Matra, dan Koordinator Program NTB Wildlife Conservation Society (WCS) dalam pembinaan teknis tersebut.
Sebanyak 250 anggota Pokmaswas yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa antusias mengikuti pembinaan teknis tersebut.
Senada dengan Antam, Pelaksana Tugas Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan, M Eko Rudianto dalam sambutannya menyampaikan, hampir semua pelanggaran destructive fishing yang ditindaklanjuti oleh KKP berasal dari laporan Pokmaswas. "Terima kasih berkat teman-teman Pokmaswasn, atas laporan-laporan yang kemudian berhasil kami tindak lanjuti," kata Eko.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes Percepat Vaksinasi di Kudus dan Cilacap
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa Pokmaswas merupakan bagian dari sistem pemantauan yang melengkapi Pusat Pengendalian dan Kapal Pengawas Perikanan yang dimiliki KKP. "Selain informasi berbasis teknologi dan air surveillance, laporan masyarakat juga kami analisis," tutur Ipunk.
Selain pembicara dari Ditjen PSDKP turut hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Koordinator Wilayah Kerja Taman Wisata Konservasi Gili Matra, dan Koordinator Program NTB Wildlife Conservation Society (WCS) dalam pembinaan teknis tersebut.
Sebanyak 250 anggota Pokmaswas yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa antusias mengikuti pembinaan teknis tersebut.
Lihat Juga :