Pancasila dan Islam Sejalan, Gus AMI : Harus Kembali Jadi Muatan Wajib di Sekolah
Selasa, 01 Juni 2021 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
Menyitir pandangan Rais A’aam PBNU KH Achmad Siddiq periode 1984-1989, Gus AMI menegaskan jika Pancasila sebagai ideologi Bangsa tidak bertentangan dengan Islam bahkan dapat berjalan bersama dan saling mengisi. Menurutnya pandangan KH Achmad Siddiq tersebut harus terus diingat umat Islam khususnya nadhliyin sehingga tidak ada lagi yang mencoba mempertentangkan Pancasila dengan Islam. "Tidak ada pertentangan antara Pancasila dengan Agama sehingga jika ada yang mencoba mempertentangkan jelas bukan atas dasar agama tetapi karena syahwat politik kekusaan," tukasnya.
Ketua Umum DPP PKB ini berharap agar upaya menyosialisasikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara bisa kembali dilakukan secara sistematis. Salah satunya melalui kurikulum Pendidikan yang mewajibkan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib baik di bangku dasar dan menengah maupun di jenjang perguruan tinggi. “Kami mendengar informasi jika Peraturan Pemerintah Nomor 57/21 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak memuat Pancasila sebagai pelajaran wajib direvisi. Kami berharap hasil revisi segera diterbitkan dan menegaskan jika Pancasila merupakan pelajaran wajib yang harus ditempuh setiap anak didik di Indonesia,” katanya.
Selain itu, kata Gus AMI upaya menyosialisasikan Pancasila harus dilakukan dengan pendekatan baru yang lebih humanis dan kekinian. Menurutnya dengan dominasi pengaruh media sosial, maka informasi termasuk tentang Pancasila harus dikemas secara dialogis, eye catching, dan jika perlu dengan gimmick tertentu. “Dengan demikian nilai-nilai Pancasila bisa dipahami tanpa kesan mengurui dan mendominasi,” pungkasnya.
Ketua Umum DPP PKB ini berharap agar upaya menyosialisasikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara bisa kembali dilakukan secara sistematis. Salah satunya melalui kurikulum Pendidikan yang mewajibkan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib baik di bangku dasar dan menengah maupun di jenjang perguruan tinggi. “Kami mendengar informasi jika Peraturan Pemerintah Nomor 57/21 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak memuat Pancasila sebagai pelajaran wajib direvisi. Kami berharap hasil revisi segera diterbitkan dan menegaskan jika Pancasila merupakan pelajaran wajib yang harus ditempuh setiap anak didik di Indonesia,” katanya.
Selain itu, kata Gus AMI upaya menyosialisasikan Pancasila harus dilakukan dengan pendekatan baru yang lebih humanis dan kekinian. Menurutnya dengan dominasi pengaruh media sosial, maka informasi termasuk tentang Pancasila harus dikemas secara dialogis, eye catching, dan jika perlu dengan gimmick tertentu. “Dengan demikian nilai-nilai Pancasila bisa dipahami tanpa kesan mengurui dan mendominasi,” pungkasnya.
(war)
Lihat Juga :