Redam Lonjakan Corona, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian
Jum'at, 21 Mei 2021 - 05:31 WIB
loading...
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi meminta masyarakat tak berkerumun dan berpergian, untuk mencegah Corona. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi meminta masyarakat tak berkerumun dan berpergian untuk mencegah lonjakan virus Corona (Covid-19).
Baca juga: Ratusan Pemudik Tiba di Terminal Kalideres Diswab, 1 Positif Corona
Menurut Sonny, meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan. Selain itu, kepatuhan protokol 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, akan turut berkurang.
"Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat," terangnya dalam diskusi 'Terus Kencangkan Protokol Kesehatan' yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Update Corona 20 Mei 2021: 1.758.898 Positif, 1.621.572 Sembuh, 48.887 Meninggal
Sonny menjelaskan bahwa pemerintah telah melarang mudik dan mengetatkan aktivitas masyarakat ke luar kota. Sejauh ini, kata dia, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat maupun udara turun hingga di atas 50 persen.
"Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93 persen. Angkutan udara pun turun 70 persen. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapapun," jelasnya.
Baca juga: Ratusan Pemudik Tiba di Terminal Kalideres Diswab, 1 Positif Corona
Menurut Sonny, meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan. Selain itu, kepatuhan protokol 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, akan turut berkurang.
"Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat," terangnya dalam diskusi 'Terus Kencangkan Protokol Kesehatan' yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Update Corona 20 Mei 2021: 1.758.898 Positif, 1.621.572 Sembuh, 48.887 Meninggal
Sonny menjelaskan bahwa pemerintah telah melarang mudik dan mengetatkan aktivitas masyarakat ke luar kota. Sejauh ini, kata dia, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat maupun udara turun hingga di atas 50 persen.
"Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93 persen. Angkutan udara pun turun 70 persen. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapapun," jelasnya.
Lihat Juga :