Tiba-tiba Akun Telegram Penyidik KPK Novel Baswedan di-Hack, Ada Apa?
Jum'at, 21 Mei 2021 - 00:06 WIB
loading...
Lewat akun Twitter @nazaqistsha, penyidik KPK, Novel Baswedan mengumumkan bahwa akun telegramny di hack, sejak pukul 20.22 WIB, Kamis (20/5/2021) malam. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lewat akun Twitter @nazaqistsha, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengumumkan bahwa akun telegramny di 'hack', sejak pukul 20.22 WIB, Kamis (20/5/2021) malam.
Baca juga: Firli Bahuri Janji Patuhi Perintah Jokowi soal Nasib Novel Baswedan dkk tapi...
"Pengumuman akun Instagram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini, sehingga tidak lagi di bawah kendali saya," cuit Novel.
![Tiba-tiba Akun Telegram Penyidik KPK Novel Baswedan di-Hack, Ada Apa?]()
Selain itu, Novel juga memberikan informasi bahwa akun Telegram Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko juga ikut dibajak.
Atas kejadian tersebut, Novel mengingatkan, jika ada yang menghubungi melalui akun tersebut bukan berasal darinya. Baca juga: Fraksi PAN Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos Rp100 Triliun yang Diungkap Novel
"Akun Telegram Pak Sujanarko sejak pukul 20.31 WIB juga dibajak sehingga tidak dalam kendali yang bersangkutan. Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," pungkasnya.
Baca juga: Firli Bahuri Janji Patuhi Perintah Jokowi soal Nasib Novel Baswedan dkk tapi...
"Pengumuman akun Instagram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini, sehingga tidak lagi di bawah kendali saya," cuit Novel.

Selain itu, Novel juga memberikan informasi bahwa akun Telegram Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko juga ikut dibajak.
Atas kejadian tersebut, Novel mengingatkan, jika ada yang menghubungi melalui akun tersebut bukan berasal darinya. Baca juga: Fraksi PAN Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos Rp100 Triliun yang Diungkap Novel
"Akun Telegram Pak Sujanarko sejak pukul 20.31 WIB juga dibajak sehingga tidak dalam kendali yang bersangkutan. Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :