Firli Bahuri: Harkitnas Perkokoh Semangat Kebangsaan untuk Berantas Korupsi
Kamis, 20 Mei 2021 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata dia, konsep Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar mempersatukan keragaman bangsa, namun filosofi ini menjadi indah dan bermakna karena selalu menumbuhkan rasa cinta serta kesetiaan terhadap bangsa dan negara.
"Kami yakin seyakin-yakinnya, rasa dan semangat kebangkitan nasional yang dicetus Founding Fathers kita, dapat diimplementasikan ketika kita menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dengan inklusif, terbuka, konsisten, tidak merasa paling benar dan toleransi," tuturnya.
Baca juga: Guru Besar Hukum UGM: Akhiri Polemik Masalah TWK di KPK
Di sisi lain, sambung dia, prasangka dan curiga yang mendominasi alam pikiran akan mengakibatkan mindset silo (terisolasi) interaksi antar sesama anak bangsa di republik ini.
Hal itu dikatakannya dapat menggagalkan esensi kebinekaan yang menjadi anugerah yang meneguhkan semangat kebangsaan dan kebangkitan di Republik Indonesia.
"Di tengah kondisi saat ini, di mana situasi sosial kemasyarakatan rentan terfragmentasi, hanya dengan semangat kebangkitan nasional dengan menjunjung tinggi rasa kebangsaan yang didalamnya jelas terkandung nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, Insya Allah dapat menyelamatkan bangsa ini," tuturnya.
Menurut dia, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini seyogianya patut diteladani bersama. Karena, esensi dan nilai-nilai yang diperoleh dari Hari Kebangkitan Nasional terbukti dapat mengikuti dan sejalan dengan perkembangan zaman, dari masa ke masa bagi generasi sebelumnya, generasi masa kini, dan generasi akan datang.
"Kami yakin seyakin-yakinnya, rasa dan semangat kebangkitan nasional yang dicetus Founding Fathers kita, dapat diimplementasikan ketika kita menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dengan inklusif, terbuka, konsisten, tidak merasa paling benar dan toleransi," tuturnya.
Baca juga: Guru Besar Hukum UGM: Akhiri Polemik Masalah TWK di KPK
Di sisi lain, sambung dia, prasangka dan curiga yang mendominasi alam pikiran akan mengakibatkan mindset silo (terisolasi) interaksi antar sesama anak bangsa di republik ini.
Hal itu dikatakannya dapat menggagalkan esensi kebinekaan yang menjadi anugerah yang meneguhkan semangat kebangsaan dan kebangkitan di Republik Indonesia.
"Di tengah kondisi saat ini, di mana situasi sosial kemasyarakatan rentan terfragmentasi, hanya dengan semangat kebangkitan nasional dengan menjunjung tinggi rasa kebangsaan yang didalamnya jelas terkandung nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, Insya Allah dapat menyelamatkan bangsa ini," tuturnya.
Menurut dia, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini seyogianya patut diteladani bersama. Karena, esensi dan nilai-nilai yang diperoleh dari Hari Kebangkitan Nasional terbukti dapat mengikuti dan sejalan dengan perkembangan zaman, dari masa ke masa bagi generasi sebelumnya, generasi masa kini, dan generasi akan datang.
Lihat Juga :