Partai Ummat Ajak Bangsa Rawat Reformasi
Kamis, 20 Mei 2021 - 13:19 WIB
loading...
Pengurus Partai Ummat. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Memperingati 23 Tahun Reformasi , Partai Ummat mengajak segenap kalangan, khususnya milenial, merawat reformasi yang dimulai sejak 1998, yang memungkinkan bangsa Indonesia menikmati iklim demokrasi hingga kini.
Demokratisasi yang yang sudah berjalan dan dinikmati sejak 23 tahun lalu menciptakan iklim yang positif bagi tumbuhnya kebebasan berpendapat serta perang melawan kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Namun, Partai Ummat melihat terjadinya kualitas demokrasi yang semakin menurun sejak tujuh tahun terakhir dengan masifnya pembungkaman kebebasan berpendapat menggunakan UU ITE yang membuat banyak aktivis ditangkap dan dimasukkan penjara.
Pada era sebelumnya, UU ITE tidak pernah digunakan untuk membungkam kebebasan berbicara karena tujuannya untuk mengatur lalu lintas dan keamanan transaksi elektronik di era digital sekarang ini.
Baca juga: 104 Tahun Aisyiyah, Ketum PAN dan Partai Ummat Sampaikan Ucapan Ini
"Jelas ini pengkhianatan terhadap reformasi. Demokrasi tidak bisa dibangun di atas pembungkaman kebebasan berpendapat dengan dalih apa pun," kata Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, Kamis (20/5/2021).
Demokratisasi yang yang sudah berjalan dan dinikmati sejak 23 tahun lalu menciptakan iklim yang positif bagi tumbuhnya kebebasan berpendapat serta perang melawan kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Namun, Partai Ummat melihat terjadinya kualitas demokrasi yang semakin menurun sejak tujuh tahun terakhir dengan masifnya pembungkaman kebebasan berpendapat menggunakan UU ITE yang membuat banyak aktivis ditangkap dan dimasukkan penjara.
Pada era sebelumnya, UU ITE tidak pernah digunakan untuk membungkam kebebasan berbicara karena tujuannya untuk mengatur lalu lintas dan keamanan transaksi elektronik di era digital sekarang ini.
Baca juga: 104 Tahun Aisyiyah, Ketum PAN dan Partai Ummat Sampaikan Ucapan Ini
"Jelas ini pengkhianatan terhadap reformasi. Demokrasi tidak bisa dibangun di atas pembungkaman kebebasan berpendapat dengan dalih apa pun," kata Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, Kamis (20/5/2021).
Lihat Juga :