27 Kasus Mutasi COVID-19 Masuk Indonesia, Terbaru B1525 Masih dalam Observasi
Kamis, 20 Mei 2021 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Yang pertama ada varian-varian of concern, itu akan yang harus kita waspadai karena buktinya menyebabkan tingkat penularan yang tinggi seperti yang terjadi di Inggris dan satu lagi varian Afrika Selatan. Dan ada satu lagi yang belum ditemukan di Indonesia itu adalah varian Brazil atau varian Jepang,” terang Nadia.
Nadia melanjutkan varian B1351 dari Afrika Selatan bisa menyebabkan tingkat keparahan penyakit juga mempengaruhi efikasi pada vaksin COVID-19. “Nah, varian Afrika Selatan itu dikatakan bahwa meningkatkan tingkat keparahan penyakit dan juga mempengaruhi efikasi daripada vaksin.”
“Nah, ini melihat penggolongan ini tentunya dari jenis varian yaitu B117 dan B1351 ini memang digolongkan sebagai varian yang harus diwaspadai atau varian of concern,” kata Nadia. Baca juga: Masuk Indonesia, 3 Varian Baru Covid-19 Tularkan 26 Orang dan 1 Meninggal
Kedua adalah varian of interest. Dimana varian B1617 dari India salah satu di antaranya. Varian ini juga harus diwaspadai karena menyebabkan meledaknya kasus COVID-19 di India. “Nah satu lagi adalah varian of interest ya, dimana kita tahu ada B1617 yang menyebabkan kasus COVID-19 di India,” papar Nadia.
Nadia melanjutkan varian B1351 dari Afrika Selatan bisa menyebabkan tingkat keparahan penyakit juga mempengaruhi efikasi pada vaksin COVID-19. “Nah, varian Afrika Selatan itu dikatakan bahwa meningkatkan tingkat keparahan penyakit dan juga mempengaruhi efikasi daripada vaksin.”
“Nah, ini melihat penggolongan ini tentunya dari jenis varian yaitu B117 dan B1351 ini memang digolongkan sebagai varian yang harus diwaspadai atau varian of concern,” kata Nadia. Baca juga: Masuk Indonesia, 3 Varian Baru Covid-19 Tularkan 26 Orang dan 1 Meninggal
Kedua adalah varian of interest. Dimana varian B1617 dari India salah satu di antaranya. Varian ini juga harus diwaspadai karena menyebabkan meledaknya kasus COVID-19 di India. “Nah satu lagi adalah varian of interest ya, dimana kita tahu ada B1617 yang menyebabkan kasus COVID-19 di India,” papar Nadia.
(kri)
Lihat Juga :