22 Tahun Reformasi: Aktor Politik Ganti tapi 'di Belakangnya' Itu-itu Sama

Sabtu, 23 Mei 2020 - 04:18 WIB
loading...
22 Tahun Reformasi:...
emonstrasi besar-besaran mahasiswa tahun 1998 silam menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia untuk menuju bangsa yang terbuka.Foto/Okezone
A A A
JAKARTA - Demonstrasi besar-besaran mahasiswa tahun 1998 silam menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia untuk menuju bangsa yang terbuka.

Sejak saat itu, sejumlah perubahan yang bisa dirasakan hingga sekarang, salah satunya, pemilu langsung, kebebasan berpendapat, dan pers.

“Pers tidak sebebas sekarang kalau tidak ada reformasi. Kalau tidak ada demokrasi seperti sekarang, kita tidak akan mengenal Presiden Jokowi karena chance-nya kecil,” ujar politisi Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo dalam diskusi daring bertajuk Makna Reformasi 21 Mei 98-20 di tengah Covid-19: Bersiap Menghadapi New Normal, Kamis 21 Mei 2020 malam.(Baca juga: Aktivis 98 Menceritakan Kembali Tujuan Reformasi )

Namun, cita-cita Reformasi tidak sepenuhnya berjalan. Drajad mengatakan yang terjadi sekarang ini demokrasi, oligarki, dan kapitalis.

Aktor politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan eksekutif bisa berganti-ganti. “Yang di belakangnya masih itu-itu saja,” ucapnya.

Peralihan rezim biasanya diikuti perubahan sejumlah sektor, termasuk aktornya. Pada saat Orde Lama beralih ke Orde Baru, ada pernatian konglomerasi ekonomi. Setelah reformasi 1998, menurut Drajad, aktor ekonomi yang berganti hanya satu-dua orang.

“Pelaku yang besar masih sama saja. Aktor-aktor yang tidak terjun dalam politik, tapi berpengaruh di politik maish sama saja. Itu PR bagi kita semua. Demokrasi harus memberikan kesempatan kepada orang untuk tampil,” tuturnya.

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mariyah mengatakan hal yang sama. Reformasi itu menginginkan adanya perubahan-perubahan. Namun, semua seperti jalan ditempat karena aktor utamanya tidak berubah dan sistemnya tetap.

Chusnul menyebut demokrasi Indonesia di-hijeck oleh oleh oligarki politik. “Sekelompok kecil menguasai partai politik. Oligarki ekonominya, sekelompok kecil menguasai ekonomi,” ucapnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Penyebaran Berita Hoaks...
Penyebaran Berita Hoaks Meningkat, Tertinggi Terkait Isu Politik
LSI Denny JA: Mayoritas...
LSI Denny JA: Mayoritas Ormas Islam Anggap Agama dan Politik Tak Bisa Dipisahkan
Jokowi: Ideologi Pancasila...
Jokowi: Ideologi Pancasila Fondasi Terjaganya Stabilitas Ekonomi Sosial Politik
CSIS Dorong Anak Muda...
CSIS Dorong Anak Muda Aktif di Dunia Politik
Pengamat: Perumahan...
Pengamat: Perumahan Rakyat Bisa Tekan Polarisasi Politik lewat Social Engineering
2 Presiden Korea Selatan...
2 Presiden Korea Selatan yang Alami Pemakzulan
Atasi Konflik Politik,...
Atasi Konflik Politik, Emir Kuwait Tunjuk Sabah Khaled Al-Sabah sebagai Putra Mahkota
Siapakah Kate Forbes?...
Siapakah Kate Forbes? Calon Pemimpin Skotlandia yang Sering Tersingkir
Rekomendasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Berita Terkini
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved