Pegawai KPK yang Terancam Dipecat Punya Segudang Prestasi
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
"Namanya, Sujanarko, Direktur PJKAKI KPK. Mengabdi di KPK sejak 2004. Tahun 2015, Presiden @jokowi memberikan penghargaan Satyalancana Wira Karya sebagai tanda kehormatan karena dharma bakti yang besar pada nusa & bangsa. Sekarang namanya masuk list 75 yang tak lolos tes wawasan kebangsaan KPK," ungkap Febri.
Baca juga: Soal Kemungkinan Loloskan 75 Pegawai KPK, Kepala BKN Bilang Sulit
Menurut Febri, penghargaan Satyalancana Wira Karya itu diberikan Presiden Jokowi karena Sujanarko berhasil membangun jaringan nasional hingga internasional dalam rangka pemberantasan korupsi. Sayangnya, penghargaan itu tidak berarti karena Sujanarko terancam dipecat setelah tidak lolos TWK.
"Penghargaan ini diberikan untuk yang memberikan dharma baktinya bagi nusa & bangsa agar bisa jadi teladan. Ia disebut berhasil membangun jaringan nasional dan internasional untuk pemberantasan korupsi. Namun ia berisiko disingkirkan dg tes wawasan kebangsaan KPK yang kontroversial ini," ungkap Febri.
"Saya kenal dengan Pak Sujanarko ini. Konsisten membangun jaringan antikorupsi di dalam dan luar negeri. Ia turut berperan membongkar kasus korupsi lintas negara saat jadi Direktur PJKAKI. Jaringannya dengan penegak hukum di luar negeri membuat KPK bisa mengakses bukti hingga mencari orang," imbuhnya.
Baca juga: Soal Kemungkinan Loloskan 75 Pegawai KPK, Kepala BKN Bilang Sulit
Menurut Febri, penghargaan Satyalancana Wira Karya itu diberikan Presiden Jokowi karena Sujanarko berhasil membangun jaringan nasional hingga internasional dalam rangka pemberantasan korupsi. Sayangnya, penghargaan itu tidak berarti karena Sujanarko terancam dipecat setelah tidak lolos TWK.
"Penghargaan ini diberikan untuk yang memberikan dharma baktinya bagi nusa & bangsa agar bisa jadi teladan. Ia disebut berhasil membangun jaringan nasional dan internasional untuk pemberantasan korupsi. Namun ia berisiko disingkirkan dg tes wawasan kebangsaan KPK yang kontroversial ini," ungkap Febri.
"Saya kenal dengan Pak Sujanarko ini. Konsisten membangun jaringan antikorupsi di dalam dan luar negeri. Ia turut berperan membongkar kasus korupsi lintas negara saat jadi Direktur PJKAKI. Jaringannya dengan penegak hukum di luar negeri membuat KPK bisa mengakses bukti hingga mencari orang," imbuhnya.
(muh)
Lihat Juga :