Survei Puspoll: Mayoritas Responden Tidak Setuju Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
Jum'at, 07 Mei 2021 - 18:36 WIB
loading...
Petugas gabungan mengatur arus lalu lintas saat hari pertama penyekatan larangan mudik di perbatasan Jakarta-Tangerang, di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis (6/5/2021). Foto/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei tentang Pandemi, Mudik, dan Distribusi Ekonomi, Jumat (7/5/2021). Salah satu hasil survei menunjukkan hampir 50% masyarakat tidak setuju kebijakan larangan mudik Lebaran yang ditetapkan pemerintah.
“Setengah responden 49,9 persen yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran. Yang setuju larangan mudik 42,1 persen. Yang menjawab tidak tahun 8,0 persen,” tutur Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).Baca juga: Larangan Mudik Berlaku, Pembuatan SIKM di Jakarta Utara Sepi Peminat
Muslimin menjelaskan, sebagian masyarakat tetap akan mudik Lebaran meski sudah dilarang oleh pemerintah. Presentasenya, sambung Muslimin, sebanyak 20,3% n tetap akan mudik kendati ada larangan.
“Sementara yang tidak mudik 40,0 persen, 28 persen tidak mudik karena tak punya kampung halaman sebagai tujuan mudik, dan 11,7 responden menjawab tidak tahu,” tuturnya.
Sementara itu dari segi usia yang cenderung paling tidak setuju kebijakan pelarangan mudik Lebaran, kata dia, masyarakat berusia 17 sampai 40 tahun. Presentasinya 49,9% tidak setuju dan 42,1% setuju pelarangan mudik. Sementara yang menjawab tidak tahu 8,0 persen," ujarnya.Baca juga: Sebanyak 33.768 Orang Menerobos Kebijakan Larangan Mudik
“Setengah responden 49,9 persen yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran. Yang setuju larangan mudik 42,1 persen. Yang menjawab tidak tahun 8,0 persen,” tutur Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Muslimin Tanja dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).Baca juga: Larangan Mudik Berlaku, Pembuatan SIKM di Jakarta Utara Sepi Peminat
Muslimin menjelaskan, sebagian masyarakat tetap akan mudik Lebaran meski sudah dilarang oleh pemerintah. Presentasenya, sambung Muslimin, sebanyak 20,3% n tetap akan mudik kendati ada larangan.
“Sementara yang tidak mudik 40,0 persen, 28 persen tidak mudik karena tak punya kampung halaman sebagai tujuan mudik, dan 11,7 responden menjawab tidak tahu,” tuturnya.
Sementara itu dari segi usia yang cenderung paling tidak setuju kebijakan pelarangan mudik Lebaran, kata dia, masyarakat berusia 17 sampai 40 tahun. Presentasinya 49,9% tidak setuju dan 42,1% setuju pelarangan mudik. Sementara yang menjawab tidak tahu 8,0 persen," ujarnya.Baca juga: Sebanyak 33.768 Orang Menerobos Kebijakan Larangan Mudik
Lihat Juga :