Mengaku Kena Prank, Ketua MPR Minta Maaf Atas Lelang Motor Presiden
Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:45 WIB
loading...
Ketua MPR, Bambang Soesatyo menyatakan permohonan maaf atas lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi dalam konser amal ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ yang digelar, Minggu (17/5/2020) malam. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo menyatakan permohonan maaf atas lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konser amal ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ yang digelar, Minggu (17/5/2020) malam. Pernyataan itu diutarakan atas ‘prank’ yang dilakukan oleh seorang pengusaha asal Jambi.
Dalam lelang itu, motor berhasil terjual dengan tawaran harga Rp2,55 miliar. Namun, sayangnya pemenang itu diketahui hanya berprofesi sebagai buruh harian lepas. (Baca juga: Warren Tanoesoedibjo Jadi Pemenang Lelang Motor Listrik Presiden Jokowi)
“Kita kena prank oleh seorang buruh di Jambi yang mengaku pengusaha tambang di Jambi yang bernama M Nuh. Lalu kemudian kabarnya diamankan oleh Polda Jambi,” ujar Bamsoet di Graha BNPB, Jumat (22/5/2020).
Atas insiden tersebut, dirinya mengaku minta maaf kepada presiden, Sekretariat Negara dan beberapa pihak lainnya. Hal itu menurutnya karena antusiasme publik yang ingin memiliki sepeda motor listrik pertama buatan Indonesia yang bertanda tangan Presiden Jokowi.
“Saya atas nama seluruh panitia, meminta maaf kepada presiden, Setneg. Kalau ada pihak yang disalahkan, saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain. Karena saya adalan penanggungjawab acara ini,” tuturnya.
Dalam lelang itu, motor berhasil terjual dengan tawaran harga Rp2,55 miliar. Namun, sayangnya pemenang itu diketahui hanya berprofesi sebagai buruh harian lepas. (Baca juga: Warren Tanoesoedibjo Jadi Pemenang Lelang Motor Listrik Presiden Jokowi)
“Kita kena prank oleh seorang buruh di Jambi yang mengaku pengusaha tambang di Jambi yang bernama M Nuh. Lalu kemudian kabarnya diamankan oleh Polda Jambi,” ujar Bamsoet di Graha BNPB, Jumat (22/5/2020).
Atas insiden tersebut, dirinya mengaku minta maaf kepada presiden, Sekretariat Negara dan beberapa pihak lainnya. Hal itu menurutnya karena antusiasme publik yang ingin memiliki sepeda motor listrik pertama buatan Indonesia yang bertanda tangan Presiden Jokowi.
“Saya atas nama seluruh panitia, meminta maaf kepada presiden, Setneg. Kalau ada pihak yang disalahkan, saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain. Karena saya adalan penanggungjawab acara ini,” tuturnya.
Lihat Juga :