Anis Matta Beberkan Beda Partai Gelora dengan PKS: Bukan Sekadar Jargon...
Jum'at, 07 Mei 2021 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sadar ini tidak lazim dalam perpolitikan Indonesia, terlalu rumit narasi yang kita sampaikan. Tetapi di lapangan kita menemukan fakta lain, masyarakat kita ternyata menerima sehingga banyak bergabung. Narasi kami mewakili mimpi orang-orang di bawah," sambung Anis Matta.
Dia perlu menjelaskan secara detail ke publik mengenai perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Anis Matta mengaku kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, termasuk dari para wartawan.
Menurut mantan Presiden PKS ini, dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai platform narasi arah baru sejarah Indonesia. Dimana Indonesia selama ini selalu menjadi residu bagian permainan kekuatan politik global baik pada masa penjajahan, kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi
"Kalau kita tidak mengambil posisi sebagai kekuatan utama global, maka semua progran kita tidak akan berjalan. Terbukti kita gagap menghadapi pandemi Covid-19. Dan dunia terlalu terintegrasi, contohnya soal vaksin. Kita ini jadi korban virus dan konsumen vaksin, itu menyakitkan. Hal ini menggambarkan betapa rapuhnya kita, jika tidak menjadi arus utama kekuatan global dunia," tuturnya.Baca juga: PAN Tak Masalah Ada Kadernya Gabung ke Partai Ummat
Dia menjelaskan, pemikiran mengenai arah sejarah baru Indonesia ini tidak bisa diterima di PKS, sehingga yang mengemuka ke publik terjadi konflik internal, padahal tidak demikian. Setelah beberapa tahun melakukan perdebatan internal antara dirinya, Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik dan beberapa kader lainnya, maka diputuskan mendirikan Partai Gelora dengan platform dan narasi baru.
"Yang kita lakukan di Partai Gelora saat ini menumbuhkan kesadaran arah sejarah baru Indonesia, bukan sekadar jargon kampanye selama lima tahunan," kata Anis Matta.
Dia perlu menjelaskan secara detail ke publik mengenai perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Anis Matta mengaku kerap mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, termasuk dari para wartawan.
Menurut mantan Presiden PKS ini, dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai platform narasi arah baru sejarah Indonesia. Dimana Indonesia selama ini selalu menjadi residu bagian permainan kekuatan politik global baik pada masa penjajahan, kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi
"Kalau kita tidak mengambil posisi sebagai kekuatan utama global, maka semua progran kita tidak akan berjalan. Terbukti kita gagap menghadapi pandemi Covid-19. Dan dunia terlalu terintegrasi, contohnya soal vaksin. Kita ini jadi korban virus dan konsumen vaksin, itu menyakitkan. Hal ini menggambarkan betapa rapuhnya kita, jika tidak menjadi arus utama kekuatan global dunia," tuturnya.Baca juga: PAN Tak Masalah Ada Kadernya Gabung ke Partai Ummat
Dia menjelaskan, pemikiran mengenai arah sejarah baru Indonesia ini tidak bisa diterima di PKS, sehingga yang mengemuka ke publik terjadi konflik internal, padahal tidak demikian. Setelah beberapa tahun melakukan perdebatan internal antara dirinya, Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik dan beberapa kader lainnya, maka diputuskan mendirikan Partai Gelora dengan platform dan narasi baru.
"Yang kita lakukan di Partai Gelora saat ini menumbuhkan kesadaran arah sejarah baru Indonesia, bukan sekadar jargon kampanye selama lima tahunan," kata Anis Matta.
Lihat Juga :