Komnas HAM Berharap Presiden Selesaikan Konflik Papua lewat Jalan Damai
Rabu, 05 Mei 2021 - 21:23 WIB
loading...
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku menerima dukungan dari Presiden Jokowi terkait penanganan konflik di Papua. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku menerima dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan konflik di Papua.
Menurut dia, usulan untuk berdialog damai yang selama ini digencarkan pihaknya direspons positif. Baca juga: KKB Dilabeli Teroris, Polri Pastikan Densus 88 Belum Turun ke Papua
"Komnas HAM sudah menyampaikan beberapa usulan yang kami sebut dialog damai. Jadi usulan itu sudah disampaikan ke bapak Presiden, kemudian mendapat sambutan yang positif ya," kata Taufan dalam diskusi daring bertajuk Stop Pelanggaran-Pelanggaran HAM, Papua Damai, Rabu (5/5/2021).
Mendengar sambutan yang dilayangkan Jokowi, pihak Komnas langsung meminta agar eks Wali Kota Solo tersebut untuk memberikan dukungan secara politik. Dukungan politik itu, menurut dia amat penting.
Baca juga: Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Pengamat: Kehadirannya Sesuai UU Intelijen
Tujuannya, sambung Taufan agar masyarakat Indonesia tidak salah mengartikan. Pasalnya, selama ini dia dan beberapa komisioner Komnas HAM lain kerap menerima perundungan dari beberapa masyarakat.
"Jika ide Komnas HAM disetujui maka Bapak Presiden tolong berikan dukungan politik. Silakan, nanti gimana caranya. Supaya nantinya kami tidak diserang sana sini. Kan kalau kita (Komnas HAM) ngomong sesuatu selalu diserang," tuturnya.
Baca juga: Dorong Pendekatan Pembangunan, Belasan Tokoh Papua Berharap Label Teroris KKB Dicabut
Salah satu contoh terkininya yaitu kasus pelabelan teroris terhadap KKB di Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD. Dimana, saat Komnas HAM tak setuju dengan hal itu, beragam hoaks dan komentar miring dialamatkan.
"Kami menolak pelabelan teroris, perundungan terhadaP embaga bahkan individu terjadi. Saya diungkit lagi lah bahwa pernah berfoto sama Tommy Soeharto. Padahal dari dulu itu fotonya sudah dibantah, itu bukan saya. Pernah jadi komisaris freeport, kapan ya saya jadi komisaris freeport. Perundingan itu terjadi jug pada teman-teman komisioner lain," ujarnya.
Selain Presiden Jokowi yang setuju pendekatan kemanusiaan untuk menyelesaikan masalah Papua, dukungan juga datang dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dukungan itu disampaikan oleh Hadi dari beberapa kali pertemuan bersama Taufan.
"Secara pribadi waktu itu saya juga bicarakan kepada Panglima TNI, ‘Apakah operasi keamanan tidak bisa diubah, dimodifikasi menjadi operasi sejahtera?’. Beliau setuju. Itu satu harapan waktu itu kami dapatkan," jelasnya.
Menurut dia, usulan untuk berdialog damai yang selama ini digencarkan pihaknya direspons positif. Baca juga: KKB Dilabeli Teroris, Polri Pastikan Densus 88 Belum Turun ke Papua
"Komnas HAM sudah menyampaikan beberapa usulan yang kami sebut dialog damai. Jadi usulan itu sudah disampaikan ke bapak Presiden, kemudian mendapat sambutan yang positif ya," kata Taufan dalam diskusi daring bertajuk Stop Pelanggaran-Pelanggaran HAM, Papua Damai, Rabu (5/5/2021).
Mendengar sambutan yang dilayangkan Jokowi, pihak Komnas langsung meminta agar eks Wali Kota Solo tersebut untuk memberikan dukungan secara politik. Dukungan politik itu, menurut dia amat penting.
Baca juga: Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Pengamat: Kehadirannya Sesuai UU Intelijen
Tujuannya, sambung Taufan agar masyarakat Indonesia tidak salah mengartikan. Pasalnya, selama ini dia dan beberapa komisioner Komnas HAM lain kerap menerima perundungan dari beberapa masyarakat.
"Jika ide Komnas HAM disetujui maka Bapak Presiden tolong berikan dukungan politik. Silakan, nanti gimana caranya. Supaya nantinya kami tidak diserang sana sini. Kan kalau kita (Komnas HAM) ngomong sesuatu selalu diserang," tuturnya.
Baca juga: Dorong Pendekatan Pembangunan, Belasan Tokoh Papua Berharap Label Teroris KKB Dicabut
Salah satu contoh terkininya yaitu kasus pelabelan teroris terhadap KKB di Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD. Dimana, saat Komnas HAM tak setuju dengan hal itu, beragam hoaks dan komentar miring dialamatkan.
"Kami menolak pelabelan teroris, perundungan terhadaP embaga bahkan individu terjadi. Saya diungkit lagi lah bahwa pernah berfoto sama Tommy Soeharto. Padahal dari dulu itu fotonya sudah dibantah, itu bukan saya. Pernah jadi komisaris freeport, kapan ya saya jadi komisaris freeport. Perundingan itu terjadi jug pada teman-teman komisioner lain," ujarnya.
Selain Presiden Jokowi yang setuju pendekatan kemanusiaan untuk menyelesaikan masalah Papua, dukungan juga datang dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dukungan itu disampaikan oleh Hadi dari beberapa kali pertemuan bersama Taufan.
"Secara pribadi waktu itu saya juga bicarakan kepada Panglima TNI, ‘Apakah operasi keamanan tidak bisa diubah, dimodifikasi menjadi operasi sejahtera?’. Beliau setuju. Itu satu harapan waktu itu kami dapatkan," jelasnya.
(maf)
Lihat Juga :