Kepuasan terhadap Ekonomi dan Demokrasi Sama-Sama Buruk

Selasa, 04 Mei 2021 - 17:46 WIB
loading...
Kepuasan terhadap Ekonomi...
Indikator Politik Indonesia menangkap fenomena memburuknya persepsi publik terhadap pelaksanaan demokrasi seiring memburuknya performa ekonomi nasional. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia menangkap fenomena bahwa tren kepuasan publik terhadap demokrasi menurun seiring dengan terpuruknya kondisi ekonomi.

Dalam rilis hasil survei bertajuk “Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran” pada April 2020, dipaparkan bahwa yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang secara umum buruk/sangat buruk sebesar 49,5%. Sementara 33,8% menilai sedang dan 14,9% menilai buruk.

“Persepsi terhadap kondisi ekonomi terburuk sejak tahun 2004. Namun dalam dua bulan terakhir, penilaian atas kondisi ekonomi nasional perlahan cenderung membaik, mereka yang menilai memburuk jumlahnya menurun meski masih lebih banyak daripada yang menilai buruk atau sedang,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis secara daring, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Sindir AHY, Kubu Moeldoko Bandingkan Demokrasi Era Jokowi dengan SBY

Berdasarkan kategori sosio-demografi, penilaian bahwa kondisi ekonomi buruk ada pada hampir semua kelompok, kecuali etnis Jawa dan Madura. Sementara berdasarkan wilayah, persepsi ekonomi buruk di hampir semua wilayah, kecuali Banten dan Jawa Tengah. “Di kedua wilayah itu lebih banyak yang menilai kondisi ekonomi sedang,” imbuhnya.

Sementara soal pelaksanaan demokrasi, mayoritas masyarakat atau 1,1% sangat puas dan 52,6% cukup puas. Artinya, merasa cukup puas terhadap pelaksanaan atau praktik demokrasi di negara kita sejauh ini. Lalu 35,8% kurang puas dan 6,6% tidak puas sama sekali dan 3,8% tidak menjawab sama sekali.

“Namun, jika diperhatikan tren penilaian demokrasi, maka terdapat kenaikan tingkat ketidakpuasan, dan sebaliknya, penurunan kepuasan terhadap pelaksanaan demokrasi dalam setahun terakhir,” ujar Burhan.

Baca juga: Terlalu Mahal, Demokrasi di Indonesia Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Burhan menjelaskan, warga lebih banyak menilai kondisi sosial politik sedang yaitu 41,5%. Demikian pula dalam hal penegakan hukum, lebih banyak yang menilai sedang atau 40,3%. Sementara, responden menilai bahwa tiga program yang dinilai paling penting untuk mengatasi dampak wabah COVID-19 yakni, menciptakan lapangan kerja, bantuan kebutuhan pokok, dan bantuan uang tunai.

Survei ini dilakukan pada April 2021 melalui kontak telepon terhadap 1.200 responden yang dipilih acak dengan metode simple random sampling dari kumpulan sampel acak survei tatap muka selama Maret 2018-Maret 2020 yang berasal dari seluruh provinsi. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) +- 2,9% pada tingkat kepecrcayaan 95%.Tolak Gugatan Revisi UU KPK, Hakim Beda Pendapat
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Hasil Survei, Kejagung...
Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Mengejutkan! Konsumen...
Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI
Rekomendasi
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Berita Terkini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved