Sopir Angkot Curhat Larangan Mudik, Netizen Pun Menangis
Senin, 03 Mei 2021 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Seorang Pengguna Instagram lainnya, @Veeyan82 pesimistis curhatan seorang sopir angkot itu didengar para pemangku kebijakan di negeri ini. "Kaga mempan boy. Sudah pada budeg negara ini," tulis @Veeyan82.
Tidak sedikit juga pengguna Instagram lainnya yang memberikan semangat kepada seorang sopir angkot itu. "Kasih kompensasi donk buat para sopir-sopir, jangan cuma melarang mudik @jokowi," tulis @imeng11. Baca juga: PNS Nekat Mudik, Tjahjo: PPK Harus Tegas Beri Sanksi
Seperti diberitakan SINDOnews sebelumnya, dengan membaca, sopir angkot ini mendoakan agar para penguasa mendapatkan hidayah. "Apakah kalian sudah berpikir ulang dengan menutup keluar provinsi yang tanpa langsung mematikan mata pencarian kami? " katanya seperti dikutip dari akun chanel youtube yang dilihat, Senin (3/5/2021).
Video curhatan si sopir ini pun viral di jejaring youtube dan telah ditonton 286.376 pengguna youtube sejak di-posting pada Minggu 2 Mei 2021. Menurutnya dengan kebijakan itu, membuat dirinya tak bisa menghidupi keluarga. Anak mereka kemudian menangis pilu karena tak bisa berlebaran. Kondisi ini dianggap terbalik dengan anak penguasa yang tertawa gembira.
Tidak sedikit juga pengguna Instagram lainnya yang memberikan semangat kepada seorang sopir angkot itu. "Kasih kompensasi donk buat para sopir-sopir, jangan cuma melarang mudik @jokowi," tulis @imeng11. Baca juga: PNS Nekat Mudik, Tjahjo: PPK Harus Tegas Beri Sanksi
Seperti diberitakan SINDOnews sebelumnya, dengan membaca, sopir angkot ini mendoakan agar para penguasa mendapatkan hidayah. "Apakah kalian sudah berpikir ulang dengan menutup keluar provinsi yang tanpa langsung mematikan mata pencarian kami? " katanya seperti dikutip dari akun chanel youtube yang dilihat, Senin (3/5/2021).
Video curhatan si sopir ini pun viral di jejaring youtube dan telah ditonton 286.376 pengguna youtube sejak di-posting pada Minggu 2 Mei 2021. Menurutnya dengan kebijakan itu, membuat dirinya tak bisa menghidupi keluarga. Anak mereka kemudian menangis pilu karena tak bisa berlebaran. Kondisi ini dianggap terbalik dengan anak penguasa yang tertawa gembira.
(dam)
Lihat Juga :