Menakar Peluang Partai Baru: Besar atau Mati dengan Sendirinya

Jum'at, 22 Mei 2020 - 00:11 WIB
loading...
A A A
Saat ini dua partai menyodok ke empat besar, yakni Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Popularitas dan elektabilitas Prabowo sebagai capres berhasil mengerek Gerindra dari 26 kursi menjadi 73 kursi di Senayan.

Gerindra dan Nasdem boleh dibilang partai baru paling moncer, yang tidak lahir langsung pada awal reformasi. Menurut Jayadi, syarat partai menjadi besar itu harus memiliki logistik yang besar, publikasi media, dan tokoh populer. Gerindra jelas punya Prabowo dan Nasdem mempunyai politikus kawakan Surya Paloh. Bahkan, Surya menyokong Nasdem dengan kekuatan jaringan medianya.

Pengamat politik Ubedilah Badrun mengatakan, masalah partai baru itu tidak mempunyai perbedaan dengan partai lama. Ideologi nasionalis sudah dimiliki Golkar dan PDIP. Yang berideologi agama, lebih banyak lagi, seperti PKB, PAN, PPP, PKS. Hanya Demokrat yang menggabungkan kedua, nasionalis-religius. "Karena partai baru tidak ada diferensiasi yang paling kuat," ucapnya kepada SINDOnews, Kamis (21/5/2020).

Semua partai baru: Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Garuda, Berkarya, dan Perindo, nyungsep pada pemilu lalu. Partai lama, Hanura, ikut tak lolos Senayan. Ada partai lama, seperti Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), seperti hidup segan, mati tak mau. Mereka tak pernah beranjak dari status partai gurem.

Namun, bukan berarti partai baru tertutup untuk menembus Senayan dan menjadi besar. Ada celah-celah yang bisa digarap tapi butuh kerja keras. Dalam dua tahun terakhir, suara masyarakat yang oposisi cenderung berkumpul dan menjadi pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Rekomendasi
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
Berita Terkini
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Infografis
Rusia Serang Ukraina...
Rusia Serang Ukraina Besar-besaran dengan 120 Rudal dan 90 Drone
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved