Menakar Peluang Partai Baru: Besar atau Mati dengan Sendirinya

Jum'at, 22 Mei 2020 - 00:11 WIB
loading...
Menakar Peluang Partai...
Parpol peserta Pemilu 2019. Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertarungan politik tak mengenal pandemi Covid-19. Para politikus Indonesia bahkan makin menggalakan gerakan dalam upaya membesarkan partai baru. Ada dua partai diprediksi menambah ramai jagat perpolitikan nasional.

Keduanya sempalan partai lama. Pertama, Partai Gelora Indonesia yang sudah resmi mendapatkan surat dari Kementerian Hukum dan HAM. Partai ini sempalan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Satu lagi yang disebut-sebut akan pecah menjadi dua adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Kelompok loyalis Amien Rais sedang mematangkan pembentukan partai baru.

Pengamat politik Djayadi Hanan mengatakan, peluang partai baru untuk kompetitif selalu terbuka, walaupun tidak mudah. Berdasarkan survei-survei, selalu ada 25-30 persen masyarakat yang memilih oposisi terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Khusus sempalan PAN, ada keuntungan karena Amien Rais merupakan simbol oposisi bersama PKS. "Ada potensi oposisi di masyarakat. Berarti potensi suara pada Pemilu 2024, kalau Amien Rais mampu membidik peluang itu. Namun tidak mudah," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (19/5/2020). (Baca juga: Partai Gelora Indonesia Berpotensi Gerus Basis Massa PKS ).

Nasib Partai Gelora Indonesia pun diprediksi tak akan jauh berbeda dengan partai-partai baru lain yang gagal ke Senayan. Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen menjadi tembok besar untuk partai baru. Belum lagi, ceruk pasar pemilih nasional sudah sangat sempit. Setidaknya, ada dua partai besar yang selalu stabil di tiga besar, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golongan Karya (Golkar).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Rekomendasi
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Tak Lupa Masa Lalu,...
Tak Lupa Masa Lalu, RM BTS Beri Hadiah Pernikahan Rp120 Juta untuk Sleepy
Berita Terkini
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Infografis
Alasan Israel Sangat...
Alasan Israel Sangat Takut dengan Pemimpin Baru Hamas Yahya Sinwar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved