4 Legislator DPRD Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap

Selasa, 27 April 2021 - 12:28 WIB
loading...
4 Legislator DPRD Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Suap
Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap empat anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) periode 2019-2024, hari ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap empat anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) periode 2019-2024, hari ini. Keempatnya yakni, Yod Mintaraga; Eryani Sulam; Dadang Kurniawan; serta Lina Ruslinawati.

Baca juga: Olah TKP Kilang Minyak Balongan, Kapolda Jabar Tiba di Mapolres Indramayu

Keempat legislator Jabar tersebut bakal dimintai keterangannya sebagai saksi atas kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu tahun 2019. Keterangan empat legislator tersebut dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Ade Barkah Surahman (ABS).

"Mereka dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan tersangka ABS," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Kasus Suap Proyek di Indramayu, Anggota DPRD Jabar Segera Disidang

Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap empat legislator Jabar tersebut. Diduga, penyidik bakal mendalami keterangan para saksi terkait aliran uang serta konstruksi perkara ini.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan dua anggota DPRD Jabar yakni, Ade Barkah Surahman (ABS) dan Siti Aisyah Tuti Handayani (STA) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan tersangka atas kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu tahun 2019.

Ade Barkah yang merupakan Ketua DPD Golkar Jawa Barat diduga menerima uang suap sebesar Rp750 juta dari seorang pihak swasta, Carsa ES. Carsa ES diketahui telah divonis 2 tahun penjara pada 2020 silam lantaran terbukti menyuap mantan Bupati Indramayu, Supendi.

Sementara itu, Siti Tuti Handayani diduga menerima uang Rp1,05 miliar dari mantan Anggota DPRD Jabar Abdul Rozak Muslim yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Uang Rp1,05 miliar itu merupakan bagian dari Rp9,2 miliar yang diterima Rozak dari Carsa ES.

Uang itu sengaja diberikan agar Ade dan Siti memastikan proposal pengajuan dana bantuan keuangan provinsi Jawa Barat untuk kegiatan peningkatan jalan kepada pihak Dinas PUPR Indramayu diperjuangkan di DPRD Jabar.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2234 seconds (10.55#12.26)