TIDAR Dorong Keterwakilan Perempuan di Semua Lini
Jum'at, 23 April 2021 - 15:01 WIB
loading...
Ketua bidang Pengembangan Peranan Perempuan TIDAR, Rahayu Saraswati mengatakan keterwakilan perempuan di semua lini harus terus didorong. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Sayap organisasi Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya ( TIDAR ) mengadakan acara Ragam Aktualisasi Tidar (RADAR) menggelar diskusi virtual yang dihadiri sejumlah generasi muda dalam rangka memperingati Hari Kartini . Acara itu bertujuan untuk mengingatkan kembali mengenai feminisme Kartini.
Adapun sosok Kartini tergambar sebagai wanita tangguh yang tak kenal takut mengutarakan ketidakadilan. Namun, saat ini ada pihak yang keliru mengartikan feminisme. Baca juga: Perempuan Berperan Besar di Era Digital
Padahal, feminisme adalah gerakan emansipasi wanita yang berkembang sejak abad ke-18, saat dimulai tuntutan persamaan hak politik, ekonomi, budaya dan ruang publik. Feminisme bukan ideologi yang menebar kebencian pada kaum pria.
"Yang pertama kalau kita bicara tentang Kartini kita sebenarnya merayakan feminis sejati Indonesia ya, banyak yang saya rasa mulai keliru tentang pemahaman kata feminisme," ujar Ketua bidang Pengembangan Peranan Perempuan TIDAR, Rahayu Saraswati dalam keterangan persnya, Jumat (23/4/2021).
Wanita yang akrab disapa Sara ini berpendapat bahwa kekeliruan arti dari feminisme sendiri semakin kuat dari pembahasan RUU tentang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS). Dari sini muncul perdebatan mengenai feminisme.
Adapun sosok Kartini tergambar sebagai wanita tangguh yang tak kenal takut mengutarakan ketidakadilan. Namun, saat ini ada pihak yang keliru mengartikan feminisme. Baca juga: Perempuan Berperan Besar di Era Digital
Padahal, feminisme adalah gerakan emansipasi wanita yang berkembang sejak abad ke-18, saat dimulai tuntutan persamaan hak politik, ekonomi, budaya dan ruang publik. Feminisme bukan ideologi yang menebar kebencian pada kaum pria.
"Yang pertama kalau kita bicara tentang Kartini kita sebenarnya merayakan feminis sejati Indonesia ya, banyak yang saya rasa mulai keliru tentang pemahaman kata feminisme," ujar Ketua bidang Pengembangan Peranan Perempuan TIDAR, Rahayu Saraswati dalam keterangan persnya, Jumat (23/4/2021).
Wanita yang akrab disapa Sara ini berpendapat bahwa kekeliruan arti dari feminisme sendiri semakin kuat dari pembahasan RUU tentang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS). Dari sini muncul perdebatan mengenai feminisme.
Lihat Juga :