TIDAR Dorong Keterwakilan Perempuan di Semua Lini
Jum'at, 23 April 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Sayangnya sampai sekarang ini masih menjadi perdebatan karena kembali lagi ada mulai perbedaan persepsi yang mungkin bisa kita katakan lupa tentang perjuangan Kartini, kalau misalkan mengerti perjuangan Kartini menyatakan dia adalah pahlawan nasional kita," katanya.
Untuk itu, dia berharap feminisme tidak lagi menjadi perdebatan. Karena feminisme pada ujungnya, pada hakekatnya adalah pemikiran atau kesepakatan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.
"Hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk bisa bekerja, hak untuk melakukan hal-hal yang mungkin berbeda dan bertolak belakang dari budayanya," ucap Sara.
Dia mengatakan ada sejumlah tantangan besar dalam mencapai tujuan ini. Antara lain soal ada keterwakilan perempuan di sejumlah lini. Antara lain di pemerintahan dan sebuah organisasi. Sebab, arti feminisme sendiri saja masih menjadi perdebatan. Padahal feminisme sendiri itu adalah kesamaan antara perempuan dan Laki-laki.
"Kalau sistemnya itu tidak memberikan ruang adanya keterwakilan perempuan tersebut itu di swasta maupun juga di pemerintahan sudah pasti dengan sendirinya akan mempersulit adanya perempuan untuk naik kelas," jelasnya.
Untuk itu, dia berharap feminisme tidak lagi menjadi perdebatan. Karena feminisme pada ujungnya, pada hakekatnya adalah pemikiran atau kesepakatan bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.
"Hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk bisa bekerja, hak untuk melakukan hal-hal yang mungkin berbeda dan bertolak belakang dari budayanya," ucap Sara.
Dia mengatakan ada sejumlah tantangan besar dalam mencapai tujuan ini. Antara lain soal ada keterwakilan perempuan di sejumlah lini. Antara lain di pemerintahan dan sebuah organisasi. Sebab, arti feminisme sendiri saja masih menjadi perdebatan. Padahal feminisme sendiri itu adalah kesamaan antara perempuan dan Laki-laki.
"Kalau sistemnya itu tidak memberikan ruang adanya keterwakilan perempuan tersebut itu di swasta maupun juga di pemerintahan sudah pasti dengan sendirinya akan mempersulit adanya perempuan untuk naik kelas," jelasnya.
Lihat Juga :