Urusan Penanganan Bencana, Hasto Sebut Megawati Lebih Heboh dari Pemilu

Jum'at, 23 April 2021 - 19:51 WIB
loading...
Urusan Penanganan Bencana,...
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan urusan penanganan bencana Megawati Soekarnoputri lebih heboh dari pemilu sebab terkait keselamatan rakyat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP , Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mendorong agar penanganan bencana di Indonesia harus dipikirkan hingga ke masalah detail. Hasto mengungkapkan pihaknya belajar itu dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang selalu mengingatkannya.

Urusan penanganan bencana, menurut Hasto, Megawati Soekarnoputri lebih heboh dari pemilu sebab terkait keselamatan rakyat. Dia lalu memberi contoh, bagaimana Megawati memberikan instruksi mendetail seketika mendengar bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini. Baca juga: PDIP dan PBNU Dinilai Siap Back Up Nadiem Asal Syarat Ini Dipenuhi

Minggu dini hari 4 April lalu, badai atau Siklon Tropis Seroja terjadi membuat seluruh masyarakat Indonesia terkejut. Kala air meluap menerjang rumah warga hingga memakan korban meninggal dunia. Tidak lama dari kejadian itu pula, Hasto ingat betul instruksi Megawati kepadanya.

"Ibu detail instruksinya. Jangan lupa, untuk perempuan dan anak-anak. Harus lebih diperhatikan. Baik pakaian bersih yang memang khusus untuk perempuan dan anak, serta air bersih dan makanan yang dimasak," kata Hasto.

Hal itu diungkapnya saat menjadi moderator dalam Focus Group Discussion sekaligus launching Gerakan Budaya Siaga Bencana inisiasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Hasto melanjutkan instruksi yang disampaikan Megawati juga mencakup permintaan agar seluruh kepala daerah asal PDIP ikut bergerak cepat. Semangat gotong royong tanpa membeda- bedakan, ditekankan betul oleh Megawati.

Saat itu, Megawati mengoordinasikan, supaya kepala daerah terutama di tingkat Gubernur, menyiapkan pusat komando di daerah. Tujuannya, dan selalu terus berulang disampaikan, agar kesadaran mengenai bencana harus menjadi perilaku masyarakat sehari-hari.

Tanggap darurat, reaksi cepat dan tepat, kata Hasto yang perlu disadarai oleh masyarakat terutama bagi kepala daerah mengingat posisi Indonesia berada di wilayah ring of fire atau cincin api.

"Agar mereka juga membantu adanya command center. Agar setiap informasi dari BMKG betul-betul dapat disebarluaskan dan membangun kesadaran. Bahwa kita hidup di wilayah bencana," kata Hasto.

Instruksi lainnya adalah agar kepala daerah di sekitar NTT, segera bergerak membantu. Gubernur Bali yang juga kader PDIP, I Wayan Koster diperintahkan segera mengirim bantuan dan membangun dapur umum. Tentu saja agar warga korban tak diare karena memakan makanan yang tak dimasak.

Hasto juga menuturkan PDIP lewat sayap organisasi yang khusus di bidang kebencanaan, Baguna langsung bergerak. PDIP, kata Hasto, satu-satunya partai sebagai pelopor badan khusus untuk penanggulangan bencana. Baguna tidak bekerja sendiri. Tapi selalu bekerja sama dan mendapat pembekalan dari BMKG, BNPB dan Basarnas.

"Begitu besar perhatian Ibu Mega. Sehingga berpolitik itu diarahkan membangun peradaban, untuk mencintai lingkungan, untuk merawat seluruh kehidupan. Dan juga menyelamatkan rakyat itu sendiri. Itu lah hakikat sebenarnya dari politik, menjaga keselamatan bangsa dan negara," tutup Hasto.

Hadir sejumlah pejabat tinggi negara di acara itu. Seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsda (TNI) Henri Alfiandi, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Baca juga: Reshuffle Kabinet Jilid II, PDIP: Kalau Ditambah Alhamdulillah

Secara virtual, hadir Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan puluhan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Berita Terkini
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved