Kisruh Kamus Sejarah Indonesia, Ketum Pagar Nusa: Tulis Ulang, Stop Politisasi

Kamis, 22 April 2021 - 10:46 WIB
loading...
Kisruh Kamus Sejarah...
Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU), Nabil Haroen. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) , Nabil Haroen membela Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait kisruh hilangnya KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di draf Kamus Sejarah Indonesia yang disusun Direktoral Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurutnya, kamus itu sudah disusun sejak 2017, di mana Nadiem belum menjabat sebagai Mendikbud.

"Pihak Kemendikbud sudah menyampaikan secara jelas bahwa naskah itu disusun tahun 2017, sebelum Nadiem Makarim menjadi Mendikbud. Jadi, itu terjadi ketika Mendikbud dijabat Pak Muhadjir Effendy. Maka, kritik harus jelas arahnya, agar seimbang dan tepat," kata Nabil kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Anggota Komisi IX DPR ini melanjutkan, Kemendikbud juga menyampaikan pernyataan betapa keteledoran itu akan langsung diperbaiki, dengan menempatkan sejarah KH Hasyim Asy'ari, Gus Dur dan tokoh-tokoh NU secara tepat.

Baca juga: Nama Tokoh KH Hasyim Asy'ari Hilang di Kamus Sejarah RI, Ini Penjelasan Penyunting

Untuk itu, politikus PDIP ini meminta agar kegaduhan ini tidak menjadi alat dan media untuk menaikkan tensi politik. Selama ini memang banyak kekurangan dari Kemendikbud, tapi kritikan terkait persoalan kamus sejarah ini jangan sampai salah sasaran.

"Kemendikbud memang selama ini punya tanggung jawab besar dalam pembelajaran, apalagi di tengah pandemi. Memang banyak kritikan dan kekurangan, tapi jangan sampai ada kritik yang tidak tepat, kritik yang salah sasaran," ujar pria yang akrab disapa Gus Nabil itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
Jejak Pendidikan Nadiem...
Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved