PKB Desak Kemendikbud Usut Pembocor Draf Kamus Sejarah Indonesia

Rabu, 21 April 2021 - 08:50 WIB
loading...
PKB Desak Kemendikbud...
Sekjen DPP PKB M Hasanuddin Wahid mendesak Kemendikbud mengusut tuntas bocornya draf Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan KH Hasyim Asyari di dalamnya. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) M Hasanuddin Wahid mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusut tuntas siapa pembocor draf Kamus Sejarah Indonesia terbitan Dirjen Kebudayaan, sehingga nama pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari tak masuk di dalamnya.

"Kemendikbud harus usut tuntas siapa yang membocorkan draf tersebut. Itu kesalahan mereka berikutnya," kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Hasanuddin mengatakan, langkah itu perlu dilakukan jika berargumen pada penjelasan Dirjen Kebudayaan yang menilai kamus yang disusun pada 2017 itu sengaja ada yang membocorkan. Ia menduga ada pihak-pihak yang ingin membenturkan NU dengan Kemendikbud.

Baca juga: Nama KH. Hasyim Asy'ari Tak Masuk Kamus Sejarah Indonesia, PKB Protes Kemendikbud

"Kesalahan pertama buat kamus sajarah yang tidak mencantumkan kH Hasyim Asy'ari dan justru mencantumkan tahanan radikalisme. Kesalahan kedua, draf yang sudah ada kata sambutan/pengantar Dirjen Hilmar dibocorkan ke publik, itu artinya Kemendikbud tidak punya tertib data dan kedisiplinan administrasi," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Udin itu, semestinya Kemendikbud menertibkan internalnya dan bukan malah menuduh ada yang mau benturkan lembaganya dengan NU.

"Enggak usah membelokkan opini, kesalahan dalam menyusun buku sejarah dan kebocoran data ke publik, kok ditutupi dengan ada yang mau benturkan NU dengan Kemendikbud," katanya.

Baca juga: Ponpes Tebuireng Tuntut Kemendikbud Minta Maaf dan Tarik Kamus Sejarah Indonesia
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Penyebab Kecelakaan...
Penyebab Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Anggota DPR dari PKB Gus Hilman, Sopir Diduga Mengantuk
Rekomendasi
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Berita Terkini
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved