Perempuan Indonesia Kian Berdaya
Rabu, 21 April 2021 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
Eny Retno Yaqut Cholil Qoumas juga tak henti menebarkan semangat hidup yang positif kepada kaum perempuan Indonesia. Lewat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag), Eny sangat aktif melakukan pemberdayaan ribuan perempuan Indonesia di tengah pandemi yang hingga kini belum bisa sepenuhnya terkendali.
Menurut Eny, DWP Kemenag menjadi sarana yang tepat untuk mengoptimalkan peran perempuan agar lebih tangguh dan mandiri. Apalagi Kemenag merupakan kementerian yang memiliki satuan kerja terbesar di Indonesia. “Yang perlu diingat bahwa berdaya itu tidak dapat disama-samakan, harus sesuai kapasitas dan kebutuhan. Menjadi berdaya versi saya adalah bagaimana menjadi terbaik dari diri saya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, caranya ya melalui banyak media,” ujar Eny yang juga penasihat DWP Kemenag di Jakarta, kemarin.
Menurut Eny, untuk menjadi Kartini saat ini, perempuan Indonesia setidaknya harus terbebas dari lima hal. Yaitu, stigmatisasi, beban ganda, kekerasan, subordinasi dan marjinalisasi. Dia menyayangkan, di daerah masih ada perempuan yang belum bebas sepenuhnya dari lima hal itu. “Untuk bisa mewujudkan perempuan bebas dari lima hal itu tentu perlu diciptakan bersama dan tidak bisa sendiri-sendiri,” terangnya.
Sependapat dengan Eny, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga menilai tantangan yang makin kompleks di saat pandemi dan era digital saat ini tak mungkin dihadapi seorang diri. Dengan fakta ini, Ida pun selalu mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan bersinergi. Kolaborasi dan sinergi tanpa memandang jenis kelamin, suku, ras dan agama. Kita selalu bersikap terbuka dan selalu siap bekerjasama dan saling membantu, untuk kemaslahatan bersama, untuk kebaikan dan masa depan dunia.
Baginya, peran perempuan sangat penting dan krusial selain sebagai motor penggerak ekonomi lokal maupun nasional. Selain sebagai pendukung proses distribusi, dapat pula menjadi ujung tombak proses pembuatan barang setengah jadi atau barang mentah menjadi barang yang layak jual dengan nilai ekonomis yang tinggi. “Oleh karena itu, Kemnaker terus mendorong tenaga kerja perempuan Indonesia untuk menjadi wirausaha mandiri melalui program pemberdayaan tenaga kerja perempuan,” terangnya.
Baca juga: Laku Hidup Vegetarian Tokoh Dunia, dari RA Kartini hingga Gandhi
Sedang Angela Tanoesoedibjo yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki komitmen kuat memberdayakan kaum perempuan yang aktif di usaha mikro kecil dan menengah. Kendati situasi UMKM saat ini tertekan, Angela tak henti mendorong UMKM untuk berpikir terus maju antara lain dengan program digitalisasi. “Digital itu bisa memberikan solusi di tengah pandemi. Karena dalam pandemi jualan fisik susah. Untuk itu digital menjadi jawaban,” terangnya.
Semangat bangkit dan tak mudah menyerah juga tergambar dari Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Cellica adalah penyintas Covid-19. Dengan begitu dia bisa merasakan betul bagaimana perjuangan beratnya untuk bisa kembali sehat dan berkiprah agar lebih berdaya di tengah situasi yang sulit seperti sekarang. Bertolak dari pengalamannya itu, dia bertekad keras Karawang harus segera aman dari persebaran Covid. Kini Karawang pun juga sudah terbebas dari zona merah Covid.
Menurut Eny, DWP Kemenag menjadi sarana yang tepat untuk mengoptimalkan peran perempuan agar lebih tangguh dan mandiri. Apalagi Kemenag merupakan kementerian yang memiliki satuan kerja terbesar di Indonesia. “Yang perlu diingat bahwa berdaya itu tidak dapat disama-samakan, harus sesuai kapasitas dan kebutuhan. Menjadi berdaya versi saya adalah bagaimana menjadi terbaik dari diri saya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, caranya ya melalui banyak media,” ujar Eny yang juga penasihat DWP Kemenag di Jakarta, kemarin.
Menurut Eny, untuk menjadi Kartini saat ini, perempuan Indonesia setidaknya harus terbebas dari lima hal. Yaitu, stigmatisasi, beban ganda, kekerasan, subordinasi dan marjinalisasi. Dia menyayangkan, di daerah masih ada perempuan yang belum bebas sepenuhnya dari lima hal itu. “Untuk bisa mewujudkan perempuan bebas dari lima hal itu tentu perlu diciptakan bersama dan tidak bisa sendiri-sendiri,” terangnya.
Sependapat dengan Eny, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga menilai tantangan yang makin kompleks di saat pandemi dan era digital saat ini tak mungkin dihadapi seorang diri. Dengan fakta ini, Ida pun selalu mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan bersinergi. Kolaborasi dan sinergi tanpa memandang jenis kelamin, suku, ras dan agama. Kita selalu bersikap terbuka dan selalu siap bekerjasama dan saling membantu, untuk kemaslahatan bersama, untuk kebaikan dan masa depan dunia.
Baginya, peran perempuan sangat penting dan krusial selain sebagai motor penggerak ekonomi lokal maupun nasional. Selain sebagai pendukung proses distribusi, dapat pula menjadi ujung tombak proses pembuatan barang setengah jadi atau barang mentah menjadi barang yang layak jual dengan nilai ekonomis yang tinggi. “Oleh karena itu, Kemnaker terus mendorong tenaga kerja perempuan Indonesia untuk menjadi wirausaha mandiri melalui program pemberdayaan tenaga kerja perempuan,” terangnya.
Baca juga: Laku Hidup Vegetarian Tokoh Dunia, dari RA Kartini hingga Gandhi
Sedang Angela Tanoesoedibjo yang juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki komitmen kuat memberdayakan kaum perempuan yang aktif di usaha mikro kecil dan menengah. Kendati situasi UMKM saat ini tertekan, Angela tak henti mendorong UMKM untuk berpikir terus maju antara lain dengan program digitalisasi. “Digital itu bisa memberikan solusi di tengah pandemi. Karena dalam pandemi jualan fisik susah. Untuk itu digital menjadi jawaban,” terangnya.
Semangat bangkit dan tak mudah menyerah juga tergambar dari Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Cellica adalah penyintas Covid-19. Dengan begitu dia bisa merasakan betul bagaimana perjuangan beratnya untuk bisa kembali sehat dan berkiprah agar lebih berdaya di tengah situasi yang sulit seperti sekarang. Bertolak dari pengalamannya itu, dia bertekad keras Karawang harus segera aman dari persebaran Covid. Kini Karawang pun juga sudah terbebas dari zona merah Covid.
Lihat Juga :