KH. Hasyim Asy'ari Hilang dari Kamus Sejarah, Garda Bangsa Minta Nadiem Tanggung Jawab

Selasa, 20 April 2021 - 21:22 WIB
loading...
KH. Hasyim Asyari Hilang...
Ketua DKN Garda Bangsa Bidang Riset, dan Pendidikan, Lukman Hakim menilai Mendikbud Nadiem Makarim wajib bertanggung jawab terkait tidak adanya nama KH Hasyim Asyari dalam kamus sejarah Indonesia. Foto/SIINDOnews
A A A
JAKARTA - Kemendikbud mendapat kecaman sejumlah pihak. Hal ini merupakan imbas dari hilangnya sosok pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asyari dalam Kamus Sejarah Indonesia terbitan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Ketua DKN Garda Bangsa Bidang Riset, dan Pendidikan, Lukman Hakim menilai Nadiem Makarim wajib bertanggung jawab terhadap munculnya buku tersebut di masyarakat. Terlebih buku itu tak memasukkan KH. Hasyim Asyari. Hal ini dianggap mencederai warga nahdliyin. Baca juga: KH Hasyim Asy'ari Hilang dari Kamus Sejarah, Fadli Zon: Harus Diinvestigasi

"Sulit diterima akal sehat sekelas KH Hasyim As'ari pendiri NU merupakan pahlawan nasional justru tidak muncul. Sedangkan, tokoh komunis dan pengusung faham radikalisme justru muncul di kamus sejarah RI kemendikbud," kata Lukman, Selasa (20/4/2021). Baca juga: Kamus Sejarah Indonesia, KH Cholil Nafis: Meskipun Draf kok Kiai Hasyim Tidak Ada

Hakim sapaan akrabnya menyebutkan kasus ini merupakan preseden buruk untuk kesekian kalinya yang dilakukan oleh lembaga yang dipercaya sebagai gudangnya ilmu pengetahuan. Menurut Hakim, biarpun sudah diklarifikasi oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid namun tetap saja ini bukti tidak cakapnya komunikasi internal didalam tubuh kementerian. "Ini bukti keteledoran yang sangat Fatal dilakukan oleh kemendikbud," tegasnya.

Hakim meminta agar Kemendikbud dapat bersikap arif dan selektif dalam membuat sebuah karya ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dirinya melihat justru Nadiem harus melakukan bersih-bersih didalam tubuh lembaga tersebut. "Perlu adanya aksi bersih-bersih jangan sampai dalam tubuh kemendikbud masih ada aliran faham tertentu yang menimbulkan sensitif di masyarakat," tutupnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Berita Terkini
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved