Sejumlah Tokoh Bakal Dukung BPOM, DPR: Mereka Sudah Main-main Politik

Sabtu, 17 April 2021 - 15:53 WIB
loading...
Sejumlah Tokoh Bakal...
Sejumlah tokoh nasional akan memberikan dukungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Sabtu (17/4) terkait Vaksin Nusantara. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sejumlah tokoh nasional akan memberikan dukungan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Dukungan tersebut diberikan terkait kisruh Vaksin Nusantara yang dianggap menyudutkan BPOM.

Baca juga: Vaksin Nusantara Belum Diizinkan Uji Klinis Tahap 2, BPOM Dinilai Aneh

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena menilai, lembaga yang dipimpin oleh Penny K Lukito itu tengah bermain politik. Bahkan, Melki tahu siapa penggerak dari para tokoh tersebut yang mendukung BPOM.

"Jadi BPOM sudah main-main politik sekarang. Kami tahu siapa yang menggerakkan, itu informasi sudah masuk ke kami," ujar Melki dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tajuk Siapa Suka Vaksin Nusantara, secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: DPR Geram dengan BPOM yang Dianggap Persulit Pembuatan Vaksin Nusantara

"Lalu sekarang BPOM sebagai lembaga independen tersebut mengumpulkan para tokoh lalu mengatakan save BPOM save kepala BPOM dan sebagainya. Jadi mereka bilang kita main-main politik, mereka main-main politik (juga)," imbuhnya.

Melki menjelaskan, DPR memang lembaga politik yang memiliki putusan dan sikap politik. Dirinya menyebut, pihaknya dalam hal ini Komisi IX yang mendukung proses pembuatan Vaksin Nusantara agar dilanjutkan, karena sudah diuji dan diperdebatkan saat rapat di DPR.

"Kami bersikap seperti itu berbasiskan data-data ilmiah baik dari Kariadi maupun di DPR RI yang sudah kita cek, kita uji kita bahas kita perdebatkan sampai pada kesimpulan bahwa memang ini layak dilanjutkan dan harus diteruskan uji klinis tahap 2," jelasnya.

Dirinya merasa aneh dengan sikap BPOM yang seolah-olah dizalimi tekait perizinan Vaksin Nusantara. Dan diperparah dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh itu.

"Seolah-olah mendukung BPOM bahwa mereka dizalimi, kan ini enggak benar. Kan ini aneh, jadi lembaga negara mengumpulkan para tokoh hanya mendukung dia, membela hal-hal yang sudah kita bongkar," ungkapnya.

Bahkan dirinya telah berkonsultasi dengan para peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang dan menemukan hal menakjubkan. Bahwa para peneliti tersebut merasa kaget dengan pernyataan Peni yang dianggap membohongi publik.

"Kemudian saya cek ke peneliti Diponegoro Semarang. Mereka itu nelongso, mereka bilang gini, 'kok bisa Kepala BPOM itu menipu publik ya', data yang kami berikan A dibilang B dan membuat publik jadi khawatir sama Vaksin Nusantara," ungkapnya.

"Ini masuk kategori pembohongan publik loh Kepala BPOM membohongi publik dengan membelokkan data dan fakta lapangan terkait hasil penelitian. Kan yang bikin kisruh menjadi ramai ini bukan DPR tapi Kepala BPOM," tegasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
BPOM dan BGN Kerja Sama...
BPOM dan BGN Kerja Sama Perkuat Pengawasan Keamanan Program MBG
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Rekomendasi
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Pep Guardiola: Sergio...
Pep Guardiola: Sergio Aguero Bakal Main Bareng Messi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved