DPR Geram dengan BPOM yang Dianggap Persulit Pembuatan Vaksin Nusantara
Sabtu, 17 April 2021 - 13:15 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tajuk Siapa Suka Vaksin Nusantara, Sabtu (17/4/2021). Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena geram dengan sikap Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) yang dirasa mempersulit izin Vaksin Nusantara untuk melakukan uji klinis tahap kedua.
Memanasnya hubungan antara peneliti Vaksin Nusantara dengan BPOM terlihat saat kunjungan Komisi IX DPR RI dengan BPOM dan pihak terkait ke RSUP Dr. Kariadi dalam rangka dengar pendapat tentang uji klinis fase 2 dan pengembangan Vaksin Nusantara pada 16 Februari 2021 lalu.
"Nah setelah kami sampai di Kariadi itu kami sudah mendapat gambaran dari peneliti memang kesan saya antara peneliti dan BPOM memang hubungannya tidak harmonis," ujar Melki dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tajuk 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021).
Baca juga: Anang Hermansyah dan Ashanty Menjadi Relawan Vaksin Nusantara
Padahal, kata Melki, peneliti Vaksin Nusantara telah menyampaikan informasi data yang diminta BPOM. Namun, BPOM beranggapan uji klinis belum sesuai yang diharapkan dan belum sesuai dengan yang rekomendasikan.
Memanasnya hubungan antara peneliti Vaksin Nusantara dengan BPOM terlihat saat kunjungan Komisi IX DPR RI dengan BPOM dan pihak terkait ke RSUP Dr. Kariadi dalam rangka dengar pendapat tentang uji klinis fase 2 dan pengembangan Vaksin Nusantara pada 16 Februari 2021 lalu.
"Nah setelah kami sampai di Kariadi itu kami sudah mendapat gambaran dari peneliti memang kesan saya antara peneliti dan BPOM memang hubungannya tidak harmonis," ujar Melki dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tajuk 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021).
Baca juga: Anang Hermansyah dan Ashanty Menjadi Relawan Vaksin Nusantara
Padahal, kata Melki, peneliti Vaksin Nusantara telah menyampaikan informasi data yang diminta BPOM. Namun, BPOM beranggapan uji klinis belum sesuai yang diharapkan dan belum sesuai dengan yang rekomendasikan.
Lihat Juga :