Brantas Abipraya Menggarap Borobudur Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
Jum'at, 16 April 2021 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, sama halnya dengan Gerbang Palbalang, di Gerbang Blondo juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti, tempat beribadah (musala), toilet, bike station, ruang MEP dan pengelola juga area parkir.
Lalu, gerbang yang ketiga adalah Gerbang Salaman-Kembanglimus. Gerbang ini, kata Dwi, yang paling besar, dengan luas dua hektare. Tidak cuma sebagai penanda kawasan dari arah Purworejo, gerbang ini sekaligus menghidupkan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang ada di desa tersebut, yaitu Desa Kembanglimus. Berjarak kurang lebih 9,5KM dari Candi Borobudur, gerbang ini memiliki banyak fasilitas seperti kios cinderamata, kios kuliner, mushola dan toilet, panggung terbuka, pendopo yang dapat digunakan sebagai hall multi fungsi, area parkir serta ruang utilitas dan pengelola.
Menambah kenyaman pengunjung nanti, di Gerbang Salaman-Kembanglimus ini juga akan dilengkapi dengan tempat pengolahan sampah dengan teknologi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), yaitu sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan wisata.
Melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut.
Dengan banyaknya fasilitas di sini, nantinya gerbang ini juga akan menjadi Rest Area - Community Kembanglimus. Lokasi ini dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Kembanglimus, bersinergi dengan Balkondes Kembanglimus yang ada disebelahnya. Gerbang yang keempat, adalah gerbang penanda dari arah Purworejo yaitu Gerbang Klangon yang lokasinya berjarak kurang lebih 9,5 km dari Candi Borobudur.
Lalu, gerbang yang ketiga adalah Gerbang Salaman-Kembanglimus. Gerbang ini, kata Dwi, yang paling besar, dengan luas dua hektare. Tidak cuma sebagai penanda kawasan dari arah Purworejo, gerbang ini sekaligus menghidupkan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang ada di desa tersebut, yaitu Desa Kembanglimus. Berjarak kurang lebih 9,5KM dari Candi Borobudur, gerbang ini memiliki banyak fasilitas seperti kios cinderamata, kios kuliner, mushola dan toilet, panggung terbuka, pendopo yang dapat digunakan sebagai hall multi fungsi, area parkir serta ruang utilitas dan pengelola.
Menambah kenyaman pengunjung nanti, di Gerbang Salaman-Kembanglimus ini juga akan dilengkapi dengan tempat pengolahan sampah dengan teknologi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), yaitu sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan wisata.
Melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut.
Dengan banyaknya fasilitas di sini, nantinya gerbang ini juga akan menjadi Rest Area - Community Kembanglimus. Lokasi ini dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Kembanglimus, bersinergi dengan Balkondes Kembanglimus yang ada disebelahnya. Gerbang yang keempat, adalah gerbang penanda dari arah Purworejo yaitu Gerbang Klangon yang lokasinya berjarak kurang lebih 9,5 km dari Candi Borobudur.
Lihat Juga :