Neraca Perdagangan Kembali Raih Surplus

Jum'at, 16 April 2021 - 06:30 WIB
loading...
Neraca Perdagangan Kembali...
Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menyajikan kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan angka surplus pada Maret lalu. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
DALAM tiga bulan berturut-turut atau kuartal pertama pada 2021, kinerja Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) terus menunjukkan taji alias surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menyajikan kinerja NPI dengan angka surplus pada Maret lalu. Tercatat, nilai ekspor sebesar USD18,35 miliar, sedangkan nilai impor sebesar USD16,79 miliar sehingga menghasilkan surplus sebesar USD1,57 miliar. Nilai impor yang terbukukan sebesar USD16,79 pada Maret lalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari bulan sebelumnya (Februari) sekitar 26,55%. Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi kenaikan sekitar 25,73%.

Adapun pemicu kenaikan nilai impor adalah komoditas minyak dan gas (migas) dan nonmigas. Kontribusi impor migas naik hingga 74,74% yang dipicu kenaikan nilai impor minyak mentah dan hasil minyak. Selain itu, kenaikan nilai impor juga disebabkan penggunaan barang konsumsi naik dua digit secara bulanan (Februari ke Maret) sekitar 15,51%, sedangkan secara tahunan sekitar 13,40%. Di antaranya, vaksin impor dan jeruk mandarin dari China. Lalu, susu, raw sugar dari India. Dan, mesin AC dari Thailand.

Selanjutnya, impor bahan baku juga mencatat pertumbuhan yang tinggi atau naik 31,1% secara bulanan. Impor bahan baku yang melonjak tajam meliputi oil cake dan pulp dari Negeri Tirai Bambu. Begitu pula impor barang modal yang melesat jauh dengan kenaikan sekitar 11,85% secara bulanan. Dari satu sisi, kenaikan angka impor sekitar dua digit menunjukkan adanya geliat dari manufaktur dan investasi yang diharapkan menjadi nafas baru untuk pemulihan perekonomian nasional.

Bagaimana dengan nilai ekspor? Lagi, kinerja ekspor menampilkan performa yang menggembirakan. BPS mencatat nilai ekspor tembus sebesar USD18,35 miliar pada Maret 2021. Angka ekspor melesat tajam hingga sekitar 30,47% dibandingkan periode Maret 2020. Dan, secara bulanan terjadi kenaikan sekitar 20,31%. Tercatat, baik ekspor migas maupun nonmigas terjadi kenaikan yang cukup signifikan, masing-masing 28,67% dan 30,07% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun yang berkontribusi besar pada kinerja ekspor, di antaranya batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, dan tembaga hingga timah.

Terlepas dari kenaikan angka impor dan ekspor, dominasi China dalam perdagangan luar negeri Indonesia sulit untuk dihindari, baik pada kinerja ekspor maupun impor dengan memegangshareterbesar. BPS mencatat pangsa pasar ekspor Indonesia terbesar adalah ke Negeri Panda sekitar 21,36% atau senilai sebesar USD3,73 miliar dari total nilai ekspor sebesar USD18,35 miliar pada Maret 2021. Selanjutnya, disusul Amerika Serikat (AS) sekitar 11,86% atau sebesar USD2,07 miliar, Jepang sebesar 7,91% atau setara USD1,38 miliar, India sekitar 7,12% atau senilai USD1,24 miliar. Lalu, ASEAN sebesar 19,81% atau setara USD3,46 miliar dan Uni Eropa sekitar 8,25% atau senilai USD 1,44 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Rekomendasi
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
Berita Terkini
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved