BNPB: Lebih 12.000 Orang Masih Mengungsi Akibat Bencana di NTT
Kamis, 15 April 2021 - 10:54 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan saat ini masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terdampak bencana yang picu oleh Siklon Tropis Seroja. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengatakan saat ini masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terdampak bencana yang picu oleh Siklon Tropis Seroja. Bahkan, lebih dari 12.000 warganya masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian, sedangkan pemerintah daerah terus melayani warga terdampak pascabencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan data BNPB per Rabu (14/4/2021), pukul 20.00 WIB, mencatat 12.334 penyintas. Dari jumlah tersebut, jumlah warga yang mengungsi terbesar di Kabupaten Rote Ndao sejumlah 5.556 warga, sedangkan di Kabupaten Flores Timur 2.118 warga, Kupang 1.698, Lembata 1.146, Timur Tengah Selatan 690, Belu 644, Sumba Timur 510, Kota Kupang 265, Sabu Raijua 59 dan Ende 20. Baca juga: Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu
“Beberapa wilayah kabupaten yang terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian berada di Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo,” ungkap Raditya dalam keterangannya, Kamis (15/4/2021).
Sementara itu, total dampak di Provinsi NTT mencatat korban meninggal dunia 181 orang dan hilang 47, sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 KK (428.986 orang). Saat peristiwa terjadi, total korban luka mencapai 258 orang.
Di samping korban jiwa, bencana yang dipicu Siklon Tropis Seroja mengkibatkan lebih dari 66.000 rumah rusak dengan tingkat ringan hingga berat. BNPB mencatat total rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 dan rusak ringan 35.733.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan data BNPB per Rabu (14/4/2021), pukul 20.00 WIB, mencatat 12.334 penyintas. Dari jumlah tersebut, jumlah warga yang mengungsi terbesar di Kabupaten Rote Ndao sejumlah 5.556 warga, sedangkan di Kabupaten Flores Timur 2.118 warga, Kupang 1.698, Lembata 1.146, Timur Tengah Selatan 690, Belu 644, Sumba Timur 510, Kota Kupang 265, Sabu Raijua 59 dan Ende 20. Baca juga: Kisah 2 Balita Selamat dari Banjir Bandang NTT, Namun Kini Jadi Yatim Piatu
“Beberapa wilayah kabupaten yang terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian berada di Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo,” ungkap Raditya dalam keterangannya, Kamis (15/4/2021).
Sementara itu, total dampak di Provinsi NTT mencatat korban meninggal dunia 181 orang dan hilang 47, sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 KK (428.986 orang). Saat peristiwa terjadi, total korban luka mencapai 258 orang.
Di samping korban jiwa, bencana yang dipicu Siklon Tropis Seroja mengkibatkan lebih dari 66.000 rumah rusak dengan tingkat ringan hingga berat. BNPB mencatat total rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 dan rusak ringan 35.733.
Lihat Juga :