Pidato Politik, Zulhas Bicara Kaitan Demokrasi Mahal dan Kebiasaan Impor

Rabu, 14 April 2021 - 15:30 WIB
loading...
Pidato Politik, Zulhas...
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan kembali menyampaikan pidato politik. Setelah sebelumnya membahas persoalan demokrasi berbiaya tinggi, kali ini pria yang biasa disapa Zulhas ini menyinggung persoalan impor yang menyuburkan para pemburu rente.

Secara retoris Zulhas menyebut kebiasaan impor ada hubungannya dengan praktik demokrasi transaksional yang berbiaya tinggi.

“Apakah ini buah dari sistem demokrasi kita yang high cost, sebagaimana pernah saya singgung dalam pidato sebelumnya? Saya kira ada hubungannya,” kata Zulhas dalam pidatonya, Rabu (14/4/2021). Baca juga: Dua Pilihan Anies Baswedan di 2024, Pengamat: Tak Cukup Hanya Banyak Dukungan

Menurut dia, demokrasi dan cara kita menjalankannya pasca-reformasi perlu dievaluasi. Dia menyinggung banyaknya para pemburu rente atau rent seeker yang mencari keuntungan cepat dalam berbagai praktik impor pangan mengorbankan nasib rakyat kecil dan petani.

“Kebijakan impor saya kira muncul dari perilaku para pemburu rente yang memaksakan agar kebijakan impor ini terus langgeng di republik yang kaya ini. Para pemburu rente ini mencari keuntungan sesaat dan rela mengorbankan nasib rakyat kecil, nasib petani, nasib anak-cucu kita di kemudian hari,” tuturnya.Baca juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Posting Foto Lawas, Netizen Bilang Gagah dan Keren

Pidato politik ini disampaikan pada hari kedua Ramadhan, hari ini. Zulhas menyinggung produk pangan impor yang membanjiri pasar dan mematikan petani lokal. Harga pangan juga jadi relatif tinggi dan memberatkan.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rekomendasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Berita Terkini
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved