Mudik Lebaran Dilarang, Begini Beragam Reaksi Masyarakat

loading...
Mudik Lebaran Dilarang, Begini Beragam Reaksi Masyarakat
Masyarakat harus mengurungkan kembali niat mudik tersebut di tahun ini. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini secara resmi pemerintah kembali mengambil kebijakan larangan mudik Lebaran. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Mudik merupakan tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia saat Lebaran. Di hari yang spesial tersebut, masyarakat tentu tidak ingin melewatkan momen kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara.

Namun, tampaknya masyarakat harus mengurungkan kembali niat mudik tersebut di tahun ini. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini secara resmi pemerintah kembali mengambil kebijakan larangan mudik Lebaran. Larangan ini akan berlaku mulai 6-17 Mei 2021 mendatang.

Ini merupakan kedua kalinya pemerintah melarang mudik Lebaran. Pemerintah beralasan, kebijakan ini terpaksa ditempuh sebagai upaya untuk mengurangi tingkat penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih sangat memprihatinkan.

Prokontra mengemuka pasca keputusan tersebut disuarakan pemerintah. Banyak masyarakat yang menyayangkan keputusan ini, namun tidak sedikit yang mendukung langkah pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ini.



Hal ini tergambar dalam hasil survei online SINDONews yang diselenggarakan pada 29 Maret-8 April 2021 lalu. Mayoritas responden menyatakan dukungannya pada kebijakan pemerintah terkait dengan larangan mudik. Alasan terbesar karena kekhawatiran terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19.

Seperti dilansir dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 April 2021, kasus aktif Covid-19 di Tanah Air sebanyak 109.372 kasus. Jika ditotal maka jumlah kasus Corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga saat ini berjumlah 1.571.824.Baca juga: Kepala Terminal Tanjung Priok Sosialisasi Larangan Mudik ke Pengusaha PO Bus

Sebagian responden juga mengaku akan berkomitmen untuk mematuhi larangan tersebut demi kesehatan. "Saya tidak mau ambil risiko penularan virus. Apalagi di kampung halaman ada orang tua dan saudara yang sudah berusia di atas 50 tahun. Ikuti aja anjuran pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19," ujar Ana, warga Tangerang Selatan.

Meski demikian, sikap berbeda ditunjukkan 17% responden lainnya. Meski secara tegas pemerintah sudah melarang, responden pada golongan ini mengaku akan tetap mudik. Alasan terbesar adalah keinginan untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Seperti yang diutarakan Rey, warga Bogor.

"Sudah rindu dengan kampung halaman, sudah setahun tidak bertemu sanak keluarga," ujarnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top