Informasi Penggeledahan PT Jhonlin Baratama Bocor, KPK Enggan Berspekulasi
Selasa, 13 April 2021 - 19:13 WIB
loading...
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri enggan berspekulasi terkait dugaan kebocoran informasi penggeledahan di PT Jhonlin Baratama (PT JB) daerah Kalimantan Selatan. Foto/Yuswantoro
A
A
A
JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri enggan berspekulasi terkait dugaan kebocoran informasi penggeledahan di PT Jhonlin Baratama (PT JB) daerah Kalimantan Selatan. Pun demikian soal dugaan sosok yang membocorkan informasi tersebut.
Baca juga: Luhut Punya Permintaaan ke KPK, Sebut OTT Engga Bikin Kapok
"Kami tidak ingin berspekulasi terkait opini adanya kebocoran kegiatan (penggeledahan) tersebut," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (13/4/2021).
PT Jhonlin Baratama merupakan salah satu lini bisnis milik Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Nama Jhonlin Group identik dengan 'Sultan' Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang banyak dikenal sebagai Haji Isam. Haji Islam merupakan pengusaha pemilik Jhonlin Group.
Baca juga: Reaksi DPR ketika KPK Tak Dilibatkan dalam Satgas BLBI
PT Jhonlin Baratama disebut-sebut terseret dalam pusaran dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Hal itu sejurus dengan penggeledahan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan PT Jhonlin Baratama.
Baca juga: Luhut Punya Permintaaan ke KPK, Sebut OTT Engga Bikin Kapok
"Kami tidak ingin berspekulasi terkait opini adanya kebocoran kegiatan (penggeledahan) tersebut," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (13/4/2021).
PT Jhonlin Baratama merupakan salah satu lini bisnis milik Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Nama Jhonlin Group identik dengan 'Sultan' Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang banyak dikenal sebagai Haji Isam. Haji Islam merupakan pengusaha pemilik Jhonlin Group.
Baca juga: Reaksi DPR ketika KPK Tak Dilibatkan dalam Satgas BLBI
PT Jhonlin Baratama disebut-sebut terseret dalam pusaran dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Hal itu sejurus dengan penggeledahan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan PT Jhonlin Baratama.
Lihat Juga :