Fatwa MUI Tegaskan Penyaluran Zakat Harus Perhatikan Prokes Corona
Selasa, 13 April 2021 - 14:46 WIB
loading...
Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan umat Islam menunaikan zakat fitrah sejak awal bulan Ramadan, tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan umat Islam menunaikan zakat fitrah sejak awal bulan Ramadan. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal 1442 Hijriah.
Baca juga: Fatwa MUI: Tes Swab Lewat Mulut atau Hidung Tak Batalkan Puasa
"Kesatu, setiap Muslim yang terkena kewajiban, boleh menunaikan zakat fitrah dan menyalurkannya sejak awal Ramadan tanpa harus menunggu malam Idulfitri," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Vaksin Boleh Saat Ramadhan, MUI Minta Tenaga Medis Perhatikan Hal Ini
Kedua, zakat mal boleh ditunaikan dan disalurkan lebih cepat (ta‘jil al-zakah) tanpa harus menunggu satu tahun penuh (Hawalan al-haul), apabila telah mencapai nishab.
Ketiga, fidyah boleh ditunaikan dan disalurkan pada hari ketika tidak menjalankan puasa, tidak harus menunggu di akhir Ramadan.
"Keempat, kegiatan pembayaran, pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian zakat fitrah, zakat mal, fidyah dan shadaqah harus menerapkan protokol kesehatan," tutur Niam.
Baca juga: Fatwa MUI: Tes Swab Lewat Mulut atau Hidung Tak Batalkan Puasa
"Kesatu, setiap Muslim yang terkena kewajiban, boleh menunaikan zakat fitrah dan menyalurkannya sejak awal Ramadan tanpa harus menunggu malam Idulfitri," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Vaksin Boleh Saat Ramadhan, MUI Minta Tenaga Medis Perhatikan Hal Ini
Kedua, zakat mal boleh ditunaikan dan disalurkan lebih cepat (ta‘jil al-zakah) tanpa harus menunggu satu tahun penuh (Hawalan al-haul), apabila telah mencapai nishab.
Ketiga, fidyah boleh ditunaikan dan disalurkan pada hari ketika tidak menjalankan puasa, tidak harus menunggu di akhir Ramadan.
"Keempat, kegiatan pembayaran, pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian zakat fitrah, zakat mal, fidyah dan shadaqah harus menerapkan protokol kesehatan," tutur Niam.
Lihat Juga :