Soal Larangan Mudik, DPR: Perlu Menahan Diri untuk Kepentingan Lebih Besar

Sabtu, 10 April 2021 - 19:13 WIB
loading...
Soal Larangan Mudik,...
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan, masyarakat perlu menahan diri untuk tidak mudik Lebaran demi mencegah penyebaran Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini. Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi larangan tersebut. Masyarakat perlu menahan diri untuk kepentingan yang lebih besar, yakni mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Kita harus siap dengan kehidupan baru yang memperhatikan serius aspek kesehatan diri dan komunitas. Kita perlu menahan diri untuk kepentingan yang lebih besar. Tokoh masyarakat dan keluarga berperan besar untuk edukasi publik terkait mudik ini," ujar anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen kepada SINDOnews, Sabtu (10/4/2021). Baca juga: Mudik Dilarang, Kapal Laut Ketahuan Bawa Penumpang Bakal Disanksi

Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini mengatakan, pemerintah sudah mempercepat pelaksanaan vaksinasi agar mencapai target yang ditetapkan. "Jadi, percepatan vaksinasi ini sangat penting, sebagai tahapan untuk penanganan pandemi Covid-19," katanya. Baca juga: Pelarangan Mudik Lebaran untuk Kebaikan Bersama, Publik Diminta Sabar

Diakuinya, untuk edukasi dan percepatan vaksinasi, memang harus diberi kemudahan sebagai insentif khusus. Namun, kata dia, banyak juga pihak yang antre vaksin atau mau divaksin, tapi belum mendapat panggilan, jadi memang harus diatur dulu biar maksimal dan adil. "Nah, terkait mudik, banyak pihak yang tidak ingin melewatkan tradisi ini. Tapi, pandemi ini belum berakhir, jadi kita semua harus ketat menerapkan protokol kesehatan," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.

Dia berpendapat, kebijakan mudik itu terkait erat dengan kondisi pandemi. "Jika nanti kasus Covid-19 bisa turun drastis, dan bisa terkendali, mudik akan rasional dan aman. Tapi, tetap saja harus dengan protokol kesehatan," ungkapnya.

Menurut dia, agar keputusan pemerintah itu bisa efektif bisa dengan dua cara. Di antaranya, dengan larangan dan punishment. ”Keduanya bukan dalam rangka otoriter, tapi untuk kepentingan bersama. Misal, dari pihak ASN dan perusahaan diimbau tidak mudik, kalau tetap mudik THR tidak cair. Itu hanya contoh, tapi kita bisa cari mekanisme lain. Hal lain, pemerintah desa tujuan mudik, bisa jauh hari menjelaskan untuk menunda mudik untuk keselamatan," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Kebijakan WFA Berhasil...
Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
Rekomendasi
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Christian Eriksen Kembali...
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan saat Uji CobaĀ Denmark vs Ukraina
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved