Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Bencana NTT-NTB
Selasa, 06 April 2021 - 10:49 WIB
loading...
Banjir bandang di Nusa Tenggara Timur. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengerahkan alat berat ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Untuk melancarkan evakuasi, pencarian dan penyelematan korban saya minta kepada Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat," ujarnya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).
Kepala Negara juga meminta jajarannya yang terlibat dalam penanganan musibah ini untuk membuka jalur laut dan udara, karena jalur darat masih sulit untuk bisa dilalui.
Baca juga: NTT Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, PLN Perbaiki 359 Gardu Listrik
Pembukaan jalur laut dan udara sangat penting untuk mempercepat proses penanganan bencana, serta distribusi logistik dan lainnya. "Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya minta juga diperepat pembukaan akses melalui laut dan udara," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Jokowi Sebut NTT dan NTB Alami Dampak Siklon Tropis Seroja Paling Besar
"Untuk melancarkan evakuasi, pencarian dan penyelematan korban saya minta kepada Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat," ujarnya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).
Kepala Negara juga meminta jajarannya yang terlibat dalam penanganan musibah ini untuk membuka jalur laut dan udara, karena jalur darat masih sulit untuk bisa dilalui.
Baca juga: NTT Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, PLN Perbaiki 359 Gardu Listrik
Pembukaan jalur laut dan udara sangat penting untuk mempercepat proses penanganan bencana, serta distribusi logistik dan lainnya. "Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya minta juga diperepat pembukaan akses melalui laut dan udara," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Jokowi Sebut NTT dan NTB Alami Dampak Siklon Tropis Seroja Paling Besar
Lihat Juga :