Jokowi Sebut NTT dan NTB Alami Dampak Siklon Tropis Seroja Paling Besar
Selasa, 06 April 2021 - 10:11 WIB
loading...
Petugas gabungan bersama warga melakukan evakuasi terhadap jenazah korban banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memimpin penanganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara virtual, Selasa (6/4/2021).
Menurut Jokowi, dalam sepekan terakhir cuaca ekstrem terjadi di berbagai daerah Indonesia. Ini disebabkan oleh siklon tropis seroja . Daerah yang mengalami dampak paling besar dari fenomena alam ini yakni NTT dan NTB.
"Selama satu pekan terakhir cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi NTT dan NTB yang mengalami dampak paling besar," ujarnya.
Baca juga: Banjir Bandang di Adonara NTT, Ratusan Rumah Hancur dan 4 Kecamatan Terisolir
Jokowi memerintahkan jajarannya untuk melakukan pencarian dan penyelamatan kepada korban yang belum ditemukan. Bersamaan dengan itu, Kepala Negara juga meminta jajarannya menambah personel SAR. "Sehingga dapat menjangkau lebih bayak wilayah terdampak termasuk wilayah terisolir," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Sejumlah Langkah BNPB Antisipasi Corona di Tengah Bencana NTT dan NTB
Menurut Jokowi, dalam sepekan terakhir cuaca ekstrem terjadi di berbagai daerah Indonesia. Ini disebabkan oleh siklon tropis seroja . Daerah yang mengalami dampak paling besar dari fenomena alam ini yakni NTT dan NTB.
"Selama satu pekan terakhir cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi NTT dan NTB yang mengalami dampak paling besar," ujarnya.
Baca juga: Banjir Bandang di Adonara NTT, Ratusan Rumah Hancur dan 4 Kecamatan Terisolir
Jokowi memerintahkan jajarannya untuk melakukan pencarian dan penyelamatan kepada korban yang belum ditemukan. Bersamaan dengan itu, Kepala Negara juga meminta jajarannya menambah personel SAR. "Sehingga dapat menjangkau lebih bayak wilayah terdampak termasuk wilayah terisolir," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Sejumlah Langkah BNPB Antisipasi Corona di Tengah Bencana NTT dan NTB
Lihat Juga :