Wapres: Zakat, Infak dan Sedekah Kurangi Tekanan Ekonomi di Tengah Pandemi
Senin, 05 April 2021 - 17:54 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin mengatakan, zakat, infak dan sedekah berperan besar mengurangi tekanan ekonomi di tengah pandemi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah membawa peningkatan pada angka kemiskinan pada 2020.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,97% dibandingkan tahun sebelumnya," katanya saat membuka Rakornas Zakat 2021 secara virtual, Senin (5/4/2021). Baca juga: Ma'ruf Amin: Diperlukan Ikhtiar Ruhaniah untuk Menghadapi Pandemi Corona
Kiai Ma'ruf juga mengungkapkan, estimasi kerugian akibat pandemi yang ditanggung sektor UMKM di Indonesia mencapai kisaran Rp1.594 triliun. Selain APBN yang bekerja keras menahan laju dampak pandemi terhadap perekonomian negara, Kiai Ma'ruf meyakini gerakan sosial kemanusiaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat juga turut membawa dampak positif.
"Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) memiliki peran besar dalam mengurangi tekanan dampak pandemi, khususnya bagi masyarakat kecil. Alhamdulillah, dalam upaya bangsa Indonesia bergotong-royong mengatasi pandemi Covid-19, penyaluran zakat, infak, dan sedekah ini memberikan kontribusi penting," tambah Ma'ruf.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebutkan kontribusi penting ZIS berkontribusi penting dalam tiga hal. Pertama, zakat disalurkan kepada mustahik baru, khususnya yang menanggung beban ekonomi akibat pandemi.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,97% dibandingkan tahun sebelumnya," katanya saat membuka Rakornas Zakat 2021 secara virtual, Senin (5/4/2021). Baca juga: Ma'ruf Amin: Diperlukan Ikhtiar Ruhaniah untuk Menghadapi Pandemi Corona
Kiai Ma'ruf juga mengungkapkan, estimasi kerugian akibat pandemi yang ditanggung sektor UMKM di Indonesia mencapai kisaran Rp1.594 triliun. Selain APBN yang bekerja keras menahan laju dampak pandemi terhadap perekonomian negara, Kiai Ma'ruf meyakini gerakan sosial kemanusiaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat juga turut membawa dampak positif.
"Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) memiliki peran besar dalam mengurangi tekanan dampak pandemi, khususnya bagi masyarakat kecil. Alhamdulillah, dalam upaya bangsa Indonesia bergotong-royong mengatasi pandemi Covid-19, penyaluran zakat, infak, dan sedekah ini memberikan kontribusi penting," tambah Ma'ruf.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebutkan kontribusi penting ZIS berkontribusi penting dalam tiga hal. Pertama, zakat disalurkan kepada mustahik baru, khususnya yang menanggung beban ekonomi akibat pandemi.
Lihat Juga :