SP3 Kasus BLBI, Rocky Gerung: Bisa Dilacak Sjamsul Nursalim Kroninya Siapa
Senin, 05 April 2021 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
”Karena UU itu memang disponsori oleh orang-orang yang bermasalah,” katanya. Banyak orang mengkritik UU baru mengamputasi kewenangan KPK. Tetapi, kata Rocky, sebenarnya yang terjadi malah menambah kewenangan lembaga untuk melindungi orang atau pihak yang mestinya dibidik. ”Itu kan ditambah, untuk melindungi koruptor. SP3 itu surat perintah perlindungan penjahat kan,” kata Rocky dengan enteng.
Baca juga: SP3 Sjamsul Nursalim Dikritik, KPK: Telah Sesuai Aturan Hukum yang Berlaku
Dan, kekhawatiran banyak orang soal revisi UU KPK itu sekarang terbukti. Di luar masalah hukumnya, Rocky melihat struktur politik ekonomi memang bergerak untuk meloloskan UU KPK. ”Kalau kita pakai analisis structural, kekuasaan hanya sekadar menjadi calo. Terlihat bahwa Presiden itu hanyalah calo, dia agen saja dari oligarki,” tutur Rocky.
Sementara Rocky melihat bahwa partai politik hanya bertindak penerima atau tukang tadah. ”Yang mengesahkan UU KPK itu partai-partai. Sekarang mereka jadi tukang tadah dari kasus BLBI. Mereka dapat dulu baru bikin UU itu KPK jadi kurir doang itu,” ujar mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini.
Baca juga: SP3 Sjamsul Nursalim Dikritik, KPK: Telah Sesuai Aturan Hukum yang Berlaku
Dan, kekhawatiran banyak orang soal revisi UU KPK itu sekarang terbukti. Di luar masalah hukumnya, Rocky melihat struktur politik ekonomi memang bergerak untuk meloloskan UU KPK. ”Kalau kita pakai analisis structural, kekuasaan hanya sekadar menjadi calo. Terlihat bahwa Presiden itu hanyalah calo, dia agen saja dari oligarki,” tutur Rocky.
Sementara Rocky melihat bahwa partai politik hanya bertindak penerima atau tukang tadah. ”Yang mengesahkan UU KPK itu partai-partai. Sekarang mereka jadi tukang tadah dari kasus BLBI. Mereka dapat dulu baru bikin UU itu KPK jadi kurir doang itu,” ujar mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini.
(muh)
Lihat Juga :