Wapres: Ajarkan Islam yang Ramah, Bukan Islam yang Marah
Sabtu, 03 April 2021 - 17:02 WIB
loading...
Wapres KH Maruf Amin. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin berpesan agar Mathla'ul Anwar mengajarkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Hal ini diungkapkan Wapres saat menutup Muktamar ke-20 Mathla'ul Anwar.
"Saya meminta Mathla'ul Anwar terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan terus mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah," ujar Ma'ruf Amin dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Sabtu (3/4/2021).
Ma'ruf Amin juga menekankan, ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin harus disampaikan dengan penuh kelembutan dan kedamaian, bukan mengedepankan konflik, apalagi cara kekerasan.
"Dakwah Islam harus kita jalankan dengan cara dan narasi yang sejuk, narasi kerukunan, bukan narasi konflik apalagi dengan cara kekerasan. Dakwah wasathy juga merupakan tradisi dakwah yang diajarkan oleh Pendiri Mathla’ul Anwar KH. Mas Abdurrahman," tegasnya.
"Dalam kaitan itu, saya menyampaikan penghargaan atas respons cepat Mathla'ul Anwar mengutuk peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa hari belakangan ini, baik di Makassar maupun Jakarta," sambungnya.
"Saya meminta Mathla'ul Anwar terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan terus mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah," ujar Ma'ruf Amin dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Sabtu (3/4/2021).
Ma'ruf Amin juga menekankan, ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin harus disampaikan dengan penuh kelembutan dan kedamaian, bukan mengedepankan konflik, apalagi cara kekerasan.
"Dakwah Islam harus kita jalankan dengan cara dan narasi yang sejuk, narasi kerukunan, bukan narasi konflik apalagi dengan cara kekerasan. Dakwah wasathy juga merupakan tradisi dakwah yang diajarkan oleh Pendiri Mathla’ul Anwar KH. Mas Abdurrahman," tegasnya.
"Dalam kaitan itu, saya menyampaikan penghargaan atas respons cepat Mathla'ul Anwar mengutuk peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa hari belakangan ini, baik di Makassar maupun Jakarta," sambungnya.
Lihat Juga :