PPFI: Utamakan Dulu Kesehatan dan Keselamatan Jiwa Rakyat
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:44 WIB
loading...
Ketua Umum PPFI, Deddy Mizwar. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengapresiasi rencana pemerintah memasukkan seluruh insan kreatif, termasuk i nsan perfilman Indonesia dalam jadwal prioritas mendapatkan vaksin . Langkah itu, menurut Ketua Umum PPFI, Deddy Mizwar jauh lebih realistis untuk memulihkan ekonomi masyarakat kreatif dibandingkan memberi subsidi pada peredaran film untuk kalangan produser film dan bioskop.
Masalahnya, di masa pandemi ini masyarakat bukan tak mau menonton film ke bioskop, tetapi masyarakat memang sudah lebih setahun, sampai saat ini, diimbau pemerintah untuk membatasi mobilitas. Diminta berdiam di rumah, dan mengurangi bepergian jika tidak begitu penting.
"Jadi, bagaimana pun tingginya tingkat keamanan bioskop serta kualitas filmnya yang luar biasa, namun selama pandemi mengancam, mustahil masyarakat mau mengorbankan kesehatan dan jiwanya. Untuk sementara ini tiada hal yang lebih penting untuk menekan penyebaran COVID, selain mematuhi protokol kesehatan. Setelah itu baru kita upayakan secara gencar kampanye besar-besaran yang dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan insan film untuk menyosialisasikan nonton aman ke bioskop dengan protokol kesehatan," katanya.
Baca juga: Bertemu Habib Syech, Kapolri Bicara Soal Penanganan Covid-19 dan Program Vaksinasi
Menurut Deddy Mizwar, pihaknya mendukung Presiden Jokowi yang berulang-ulang mengatakan keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi di masa pandemi. Sudah pasti konsentrasi pemerintah dan masyarakat adalah bagaimana memelihara kesehatan dan keselamatan jiwa.
"Mustahil memimpikan keadaan normal yaitu penonton kembali menyerbu bioskop untuk memenuhi kebutuhan hiburannya seperti di zaman normal, jika pandemi belum terkendali. Data terbaru sampai 25 Maret 2021 jumlah yang terpapar COVID-19 sudah hampir mencapai angkat 1,5 juta, puluhan ribu yang meninggal. Bansal RS rujukan saja sekarang masih sangat kurang untuk menampung pasien yang terpapar COVID-19," kata Sekjen PPFI Zairin Zain dalam siaran persnya, Kamis (25/3/2021) malam.
Masalahnya, di masa pandemi ini masyarakat bukan tak mau menonton film ke bioskop, tetapi masyarakat memang sudah lebih setahun, sampai saat ini, diimbau pemerintah untuk membatasi mobilitas. Diminta berdiam di rumah, dan mengurangi bepergian jika tidak begitu penting.
"Jadi, bagaimana pun tingginya tingkat keamanan bioskop serta kualitas filmnya yang luar biasa, namun selama pandemi mengancam, mustahil masyarakat mau mengorbankan kesehatan dan jiwanya. Untuk sementara ini tiada hal yang lebih penting untuk menekan penyebaran COVID, selain mematuhi protokol kesehatan. Setelah itu baru kita upayakan secara gencar kampanye besar-besaran yang dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan insan film untuk menyosialisasikan nonton aman ke bioskop dengan protokol kesehatan," katanya.
Baca juga: Bertemu Habib Syech, Kapolri Bicara Soal Penanganan Covid-19 dan Program Vaksinasi
Menurut Deddy Mizwar, pihaknya mendukung Presiden Jokowi yang berulang-ulang mengatakan keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi di masa pandemi. Sudah pasti konsentrasi pemerintah dan masyarakat adalah bagaimana memelihara kesehatan dan keselamatan jiwa.
"Mustahil memimpikan keadaan normal yaitu penonton kembali menyerbu bioskop untuk memenuhi kebutuhan hiburannya seperti di zaman normal, jika pandemi belum terkendali. Data terbaru sampai 25 Maret 2021 jumlah yang terpapar COVID-19 sudah hampir mencapai angkat 1,5 juta, puluhan ribu yang meninggal. Bansal RS rujukan saja sekarang masih sangat kurang untuk menampung pasien yang terpapar COVID-19," kata Sekjen PPFI Zairin Zain dalam siaran persnya, Kamis (25/3/2021) malam.
Lihat Juga :