Legislator Golkar Minta Persoalan Pangan Tak Ditarik ke Politik
Kamis, 25 Maret 2021 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
"Bicara hulu misalnya, serapan Bulog rendah kok selama ini, bicara hilirnya pun demikian di mana harga jual Bulog kurang bagus, stok beras saat ini 800 ribu ton dimana 500 ribu tonnya saat ini cadangan ditambah 300 ribu ton hasil import tahun 2018, tentunya mutu berasnya pun kurang baik," ujarnya.
Dia menjelaskan, soal impor beras itu baru sebatas rencana Kemendag karena melihat serapan Bulog yang rendah. "Dan rencana itu kan sebagai antisipasi," tegasnya.
Dirinya juga menilai selama ini keberadaan Bulog kurang begitu maksimal soal urusan pangan. "Sampai Februari ini baru 35.000 ton beras yang mampu diserap Bulog, padahal target serapan tahun 2021 ini kan sebesar 1,5 juta ton, bagaimana bisa mencapai itu kalau serapannya saja rendah. Bahkan, banyak gudang-gudang Bulog yang kosong. Sebaiknya Bulog dibubarkan saja kalau kinerjanya kurang bagus," imbuhnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa persoalan pangan tidak bisa dianggap sepele. "Mestinya belajar pada peristiwa tahun 97-98 lalu, dimana persoalan pangan jadi persoalan serius kala itu. Soal impor beras dari dulu juga faktanya kita ini selalu impor," pungkasnya.
Dia menjelaskan, soal impor beras itu baru sebatas rencana Kemendag karena melihat serapan Bulog yang rendah. "Dan rencana itu kan sebagai antisipasi," tegasnya.
Dirinya juga menilai selama ini keberadaan Bulog kurang begitu maksimal soal urusan pangan. "Sampai Februari ini baru 35.000 ton beras yang mampu diserap Bulog, padahal target serapan tahun 2021 ini kan sebesar 1,5 juta ton, bagaimana bisa mencapai itu kalau serapannya saja rendah. Bahkan, banyak gudang-gudang Bulog yang kosong. Sebaiknya Bulog dibubarkan saja kalau kinerjanya kurang bagus," imbuhnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa persoalan pangan tidak bisa dianggap sepele. "Mestinya belajar pada peristiwa tahun 97-98 lalu, dimana persoalan pangan jadi persoalan serius kala itu. Soal impor beras dari dulu juga faktanya kita ini selalu impor," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :